Breaking News:

Ibu Kota Negara

Kaltim Calon Ibu Kota Negara RI, Muncul Wacana Bangun Rumah Sakit Jiwa di Balikpapan

Menyambut Ibu Kota Negara atau IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Budi Susilo
HO/ANDI ASRIANI
Sosok dr. Andi Asriani Arief, SpKJ selaku psikiater yang berpraktek di RS Hermina Balikpapan yang sangat mendukung dengan berdirinya rumah sakit jiwa di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menyambut Ibu Kota Negara atau IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

Kemudian muncul wacana bahwa Dinas Sosial mengajukan usulan untuk pembangunan layanan Rumah Sakit Jiwa di Kota Balikpapan yang kebetulan dekat dengan wilayah Penajam Paser Utara

Menanggapi hal tersebut, dr. Andi Asriani, SpKJ selaku psikiater yang berpraktek di Rumah Sakit Hermina Kota Balikpapan menyambut baik hal tersebut, Selasa (12/10/2021).

Kata dia, berita ini menjadi angin segar, suatu kabar yang menggembirakan sekali. Karena penderita gangguan psikiatri di Kota Balikpapan ini sendiri cukup besar.

Baca juga: ODGJ Disebut Miliki Risiko Tinggi Penularan Virus Corona, Tercatat 1.934 ODGJ Terpapar Covid-19

Baca juga: Kaltim Calon Ibu Kota Negara RI, Sungai-sungainya Berpotensi jadi Air Bersih dan Minuman

Baca juga: Begini Tingkah Lucu ODGJ Saat Menyalurkan Hak Pilihnya di Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Samarinda

"Tidak sedikit dari mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut seperti contohnya rawat inap," ungkap wanita yang akrab disapa Asri ini.

Selain itu, dr. Asri mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi keterbatasan fasilitas Rumah Sakit Jiwa khususnya di Kalimantan Timur yang hanya memiliki 1 fasilitas layanan Rumah Sakit Jiwa, yaitu RSJ Daerah Atma Husada Mahakam di Kota Samarinda. 

Artinya orang-orang yang ada di sekitar Balikpapan, Penajam, Grogot dan lainnya.

"Ini nantinya tak perlu jauh-jauh ke RSJ di Samarinda untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berupa rawat inap terkait kesehatan jiwa," lanjutnya.

Baca juga: Anggota DPR RI Dapil Kaltim Bocorkan Sedikit soal Salinan Draf RUU Ibu Kota Negara

Selain itu, dr. Asri juga menyampaikan bahwa karena terkendala jarak, pasiennya yang berdomisili di Balikpapan dan memang seharusnya dirawat inap pun memilih untuk tidak melanjutkan perawatan secara intensifnya di RSJ.

"Pasien saya sendiri ada 2 orang yang akhirnya tidak mendapatkan layanan rawat inap karena terkendala jarak antara Balikpapan-Samarinda itu juga," tandas dr. Asri.

Padahal kondisinya sudah cukup berat karena ada kecenderungan untuk bunuh diri yang tinggi.

Karena memang kecenderungan keinginan untuk dia bunuh diri saat itu sangat tinggi, jadi merujuknya untuk dirawat inap.

"Tapi ya, karena jauh akhirnya dia memilih untuk di rawat oleh keluarganya saja," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved