Breaking News:

Virus Corona di Malinau

Layanan Pemeriksaan PCR Bagi Pelaku Perjalanan di Malinau Ditarget Beroperasi November 2021

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang menyampaikan telah dilakukan uji fungsi mesin PCR oleh Tim BNPB RI di Lab RSUD Malinau

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan P2KB, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (12/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU - Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang menyampaikan telah dilakukan uji fungsi mesin PCR oleh Tim BNPB RI di Lab RSUD Malinau.

Hasil pemeriksaan, lab PCR dinyatakan layak beroperasi dan akan dilanjutkan dan akab berlanjut ke tahapan selanjutnya.

"Beberapa waktu lalu, tim teknis BNPB RI sudah melakukan pemeriksaan mesin PCR pada Sabtu lalu. Saat ini alatnya sudah terpasang di Laboratorium RSUD," ujarnya kepada TribunKaltim.Co, Selasa (12/10/2021).

John Felix Rundupadang menerangkan tahapan selanjutnya adalah uji validasi. Memeriksa keakuratan hasil pemeriksaan Lab PCR RSUD Malinau.

Baca juga: Bupati Sebut Gedung PCR RSUD Nunukan Habiskan Rp1,7 Miliar Anggaran DAK

Baca juga: Lab PCR di RSUD Malinau Belum Dioperasikan, Tunggu Kedatangan Tim BNPB RI untuk Lakukan Asesmen

Baca juga: Gedung Laboratorium PCR Mandiri Siap Difungsikan, Dirut RSUD Nunukan Sebut Diperuntukkan Bagi PMI

Menurutnya, uji validasi dibutuhkan agar fasilitas pemeriksa Covid-19 tersebut diakui oleh Kementerian Kesehatan RI, utamanya untuk layanan persyaratan pelaku perjalanan.

Dinas Kesehatan P2KB Malinau rencananya akan mengirimkan 40 sampel pemeriksaan Covid-19. 20 sampel positif dan 20 sampel negatif.

"Uji validasi ini tahapannya panjang. Hasil uji lab kita akan dibandingkan dengan hasil uji dari Balitbangkes. Saat ini kami mengumpulkan 20 sampel positif dan 20 negatif. Syarat akurasinya harus 95 persen," katanya.

Menurutnya, uji validasi tersebut diwajibkan bagi fasilitas yang akan melayani pemeriksaan umum, seperti syarat bagi pelaku perjalanan.

Hasil uji validasi mewajibkan hasil pemeriksaan sampel benar-benar akurat, dengan cara membandingkan antara hasil uji lab RSUD Malinau dan Lab Balai Penelitian dan Pengembangan Kemenkes di Jakarta.

Baca juga: Syarat Naik Pesawat Oktober 2021, harus PCR atau Bisa Antigen? Cek Aturan Lion Air, Citilink, Garuda

"Untuk pelaku perjalanan kemungkinan baru bisa terlayani pada November 2021. Itu kalau lulus hasil uji validasi. Dari 20 sampel, 19 sampel harus sama hasilnya dengan hasil periksa Balitbangkes," ungkapnya (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved