Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pegadaian Ganti Nama Demi Penguatan Sektor Ultra Mikro

Sebelumnya saham PT Pegadaian dimiliki 100 persen oleh negara, kini saham seri A sebanyak 1 (satu) lembar dimiliki oleh negara

Editor: Budi Susilo
HO/Pegadaian
Ilustrasi Pelayanan PT Pegadaian. Sampai akhir tahun 2021 BRI-Pegadaian-PNM akan membuka 300 lokasi bersama (co-location) yang memberikan akses pelayanan terpadu. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sebelumnya saham PT Pegadaian dimiliki 100 persen oleh negara, kini saham seri A sebanyak 1 (satu) lembar dimiliki oleh negara.

Sedangkan saham seri B sebanyak 6.249.999 lembar dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

“Pembentukan ekosistem ultra mikro ini bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan bagi para pelaku bisnis ultra mikro dalam mengembangkan usaha,” ucap Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, R. Swasono Amoeng Widodo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/10/2021).

“Sampai akhir tahun 2021 BRI-Pegadaian-PNM akan membuka 300 lokasi bersama (co-location) yang memberikan akses pelayanan terpadu sehingga masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan ketiga perusahaan di satu tempat,” sambungnya.

Baca juga: Temui Walikota Samarinda Andi Harun, Pegadaian akan Renovasi Taman di Jalan Gatot Subroto

Baca juga: Lowongan Kerja Kaltim: Pegadaian Wilayah IV Balikpapan Membutuhkan Tenaga Pendukung Transaksi Kas

Baca juga: Pastikan Keamanan saat Transaksi, Pegadaian Kalimantan Vaksin Karyawan, Keluarga dan Nasabah

PT Pegadaian (Persero) resmi berganti nama menjadi PT Pegadaian, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Serta, PP tersebut juga berisikan tentang perubahan Anggaran Dasar PT Pegadaian sebagaimana tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Pegadaian Nomor 15 Tanggal 23 September 2021 yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, R. Swasono Amoeng Widodo mengatakan, terbitnya peraturan tersebut maka saat ini telah terjadi perubahan kepemilikan saham.

Selain pemanfaatan lokasi (co-location) secara bersama, ketiga entitas juga dapat berkolaborasi dalam program-program lain seperti pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan produk dan layanan, pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, dan sebagainya.

Baca juga: Awal 2021 Pertumbuhan Pinjaman di Pegadaian se-Kaltara Turun 5%, Target Tumbuh 18% Tahun Ini

Dengan holding ultra mikro ini diyakini semakin memperluas peran BRI-Pegadaian-PNM dalam program pemulihan ekonomi nasional khususnya penguatan sektor ultra mikro.

“Inisiatif ini diharapkan mendapat dukungan luas seluruh masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan sebagai wujud peran serta dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Swasono Amoeng.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved