Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, Masyarakat Diharapkan Buang Stigma Mengenai Gangguan Kejiwaan

Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia pada 10 Oktober 2021 lalu, dr. Andi Asriani, SpKJ sebagai psikiater yang berpraktek di RS Hermina Balikpapan

HO/ANDI ASRIANI
Sosok dr. Andi Asriani Arief, SpKJ selaku psikiater yang berpraktek di RS Hermina Balikpapan. Ia menyampaikan kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik karena hal tersebut saling berhubungan satu sama lainnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober 2021 lalu, dr Andi Asriani, SpKJ sebagai psikiater yang berpraktek di RS Hermina Balikpapan memberikan pengetahuan mengenai kesehatan mental dan berharap bahwa stigma mengenai penyakit mental atau gangguan psikiatri dalam masyarakat tidak lagi dipandang sebelah mata.

Andi Asriani menyampaikan bahwa kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik karena hal tersebut saling berhubungan satu sama lainnya.

"Menurut WHO, seseorang itu disebut sehat jika fisik dan emosionalnya sehat juga. Jadi, tidak ada yang lebih dominan di antara dua hal tersebut, semisal kesehatan fisiknya sehat saja atau sebaliknya," ungkap wanita yang akrab disapa Asri tersebut.

Adapun, kata Asri Asriani, keseimbangan kesehatan fisik dan mental dapat mempengaruhi salah satu dari keduanya, misalkan kesehatan fisiknya terganggu semacam penyakit kronis, seperti diabetes, stroke dan lain-lain, maka kesehatan mental atau psikisnya pun dapat terganggu, begitu pun sebaliknya.

"Ada juga orang dengan gangguan psikiatri yang kemudian gangguannya tersebut bermanifestasi menjadi gangguan fisik yang disebut sebagai psikosomatik," tambahnya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, TP KJM di Malinau untuk Jaga Kesehatan Mental Pasien

Baca juga: NEWS VIDEO Sejarah Singkat Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober dan Daftar Tema

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Dinkes Berau Bikin Acara Bareng ODGJ di RSUD Abdul Rivai

Asri menjelaskan penyakit mental disebabkan 3 hal, yaitu biologis, psikologis dan sosial.

"Kalau faktor biologis itu biasanya berasal dari genetik atau biasanya dikaitkan dengan neurotransmitter (senyawa kimia dalam otak) yang tidak stabil. Kalau psikologis itu, berkaitan dengan peristiwa traumatik yang pernah menimpa dirinya.

Sementara sosial itu, ya bagaimana lingkungan sosial itu mempengaruhi atau berpengaruh dalam membentuk perilaku seseorang, namun tidak menutup kemungkinan, jika hanya satu faktor saja yang mempengaruhi, semisal genetik saja tetapi psikologis dan sosialnya tidak memicu kemunculan penyakit mental tersebut, maka tidak akan muncul," ucapnya.

Stigma Masyarakat tentang Kesehatan Mental

Sebagai psikiater, dr. Andi Asriani SpKJ menyayangkan stigma mengenai gangguan psikiatri yang berkembang dalam masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved