Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Stigma Masyarakat Mengenai Gangguan Mental yang Dikaitkan dengan Hal Mistis Perlu Diluruskan

Sebagai psikiater, dr. Andi Asriani SpKJ menyayangkan stigma mengenai gangguan psikiatri yang berkembang dalam masyarakat.

Editor: Rahmad Taufiq
Tribun kaltim Official
Sosok dr. Andi Asriani Arief, SpKJ selaku psikiater yang berpraktek di RS Hermina Balikpapan. Ia menyampaikan kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik karena hal tersebut saling berhubungan satu sama lainnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebagai psikiater, dr. Andi Asriani SpKJ menyayangkan stigma mengenai gangguan psikiatri yang berkembang dalam masyarakat.

Asri menyebutkan banyak faktor yang mempengaruhi, namun satu faktor terbesarnya adalah ketidaktahuan mengenai gangguan mental/psikiatri tersebut.

"Faktor terbesarnya adalah ketidaktahuan. Pendapat mereka mengenai kesehatan mental atau gangguan mental ini selalu dikaitkan dengan hal-hal yang mistik, seperti contohnya guna-guna, santet, atau kesurupan, dan sebagainya. Atau hal lainnya, seperti kurang bersyukur, kurang iman dan lain-lain," ujarnya.

Padahal, hal-hal tersebut tidak ada kaitannya dengan kesehatan mental.

Sementara, stigma mengenai gangguan mental/psikiatri ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Pasien Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, TP KJM di Malinau untuk Jaga Kesehatan Mental Pasien

Baca juga: NEWS VIDEO Sejarah Singkat Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober dan Daftar Tema

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Dinkes Berau Bikin Acara Bareng ODGJ di RSUD Abdul Rivai

Maka dari itu, dr. Andi Asriani, SpKJ menginginkan stigma itu kembali diluruskan melalui sosialisasi dan mengedukasi kembali masyarakat dan khususnya masyarakat Indonesia dan Kota Balikpapan sendiri, supaya tidak memandang sebelah mata terkait gangguan mental ataupun ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

"Kita harus memberikan mereka pengetahuan dulu atau sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesehatan mental ini, semisal salah satunya memberikan edukasi bahwa kesehatan mental dan kesehatan fisik tersebut sama pentingnya dan harus saling bersinergi atau seimbang untuk keduanya.

Setiap orang pun bisa mengalami gangguan psikiatri/mental, oleh sebab itu tak perlu ada judgement atau stigma itu tadi," tuturnya.

Sedangkan, untuk penyintas penyakit mental itu sendiri, dalam hal mematahkan stigma masyarakat bagi diri mereka, selain pengetahuan yang harus dibekali mengenai penyakit yang diidapnya tetapi juga harus meningkatkan kepercayaan dirinya.

"Selain pengetahuan juga, tingkatkanlah kepercayaan diri. Pergilah ke psikolog atau psikiater jika memang butuh layanan kesehatan atau pertolongan dalam menanggapi permasalahan emosional, seperti cemas, permasalahan mood, apalagi sampai ada keinginan untuk bunuh diri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved