Breaking News:

Berita Paser Terkini

15 Desa di Kabupaten Paser Masih Blank Spot, Pamkab Bangun 5 Menara Telekomunikasi Tahun Depan

Masih banyak wilayah di Kabupaten Paser yang mengalami krisis jaringan telekomunikasi atau yang sering disebut blank spot.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Bupati Paser dr. Fahmi Fadli didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser, Ina Rosana melakukan audiensi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Gedung Menara Merdeka Jakarta, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Masih banyak wilayah di Kabupaten Paser yang mengalami krisis jaringan telekomunikasi atau yang sering disebut blank spot.

Dalam mengatasi masalah tersebut, hari ini Bupati Paser dr. Fahmi Fadli bersama Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser Ina Rosana melakukan audiensi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Rabu (13/10/2021).

Sejauh ini, terdapat 15 desa blank spot di Kabupaten Paser, di mana masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan akses jaringan telekomunikasi.

Pemerintah Daerah berencana untuk membangun 5 menara telekomunikasi pada 2022 mendatang dalam mengatasi masalah blank spot.

Kepala DKISP Paser, Ina Rosana menyebutkan wilayah blank spot harusnya menjadi kewajiban dari operator seluler.

Baca juga: Atasi 15 Desa Blank Spot, Bupati Paser Datangi BAKTI Perjuangkan Pembangunan Tower

Baca juga: Plt Kadis Kominfo KTT Sebut Blank Spot Berdampak Buruk ke Berbagai Sektor

Baca juga: Atasi Blank Spot di Tana Tidung, Pemkab Bakal Fasilitasi Lahan Pembangunan BTS

"Jadi 15 wilayah blank spot itu seharusnya kewajiban operator seluler, namun karena mereka orientasi bisnis, tidak dimungkinkan untuk dibangun di lokasi tersebut," kata Ina Rosana.

Sementara untuk mendapat bantuan pembangunan menara telekomunikasi dari BAKTI, ke 15 desa tersebut harus masuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Solusinya, Pemkab Paser akan melanjutkan berkoordinasi dengan Direktorat SDPPI Kementerian Kominfo bersama pihak operator.

"Selanjutnya kami akan diundang SDPPI untuk mempertemukan kita apakah nanti operator siap membangun tower-tower di 15 desa tersebut," terang Ina Rosana.

Baca juga: Penajam Paser Utara Masih Ada 50 Titik Blank Spot, Pemkab Melapor ke Pusat

Kepala DKISP Paser berharap, apa yang dilakukan ini dapat membuahkan hasil, sehingga program Bupati Paser dapat terwujud menuju Kabupaten Paser yang Maju, Adil, dan Sejahtera (MAS). (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved