Breaking News:

Berita Penajam Terkini

50 Ha Lahan Pertanian di Babulu Penajam Paser Utara Terancam Gagal Panen Akibat Banjir dari Longkali

Para petani palawija di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten Panajam Pasar Utara (PPU) terancam gagal panen akibat dihantam banjir kiriman

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Situasi banjir di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Para petani palawija di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten Panajam Pasar Utara (PPU) terancam gagal panen akibat dihantam banjir kiriman dari Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser pada Kamis (7/10) lalu.

Banjir tersebut merendam kurang lebih 600 hektare lahan persawahan yang di dalamnya terdapat kurang lebih 50 hektar lahan pertanian tanaman produktif yaitu palawija yang terdiri dari tanaman buah, semangka sayur mayur dan lombok.

Atas bencana tersebut Wabup PPU Hamdam langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi masyarakat di sana.

"Walaupun musibah kita juga patut bersyukur ya, ternyata warga atau petani sudah selesai panen (padi), sehingga kerugian material tidak terlalu besar," ujar Wabup PPU Hamdam, Rabu (13/10/2021).

"Namun tetap saja beberapa warga yang mencoba menanam komiditas sisipan seperti semangka kacang dan lain-lain itu kurang lebih sekitar 50 hektare jelas pasti (gagal panen) sudah pasti tidak bisa ditolong lagi karena tanaman semangka," kata Hamdam.

Baca juga: Wakil Bupati PPU Tinjau Banjir di Desa Sumber Sari Babulu, Hamdam: Kami Turut Prihatin

Baca juga: Banjir di Babulu, Wabup Penajam Paser Utara Ingatkan Kemungkinan Air Tambah Tinggi

Baca juga: Wabup PPU Hamdam Harapkan Warga Waspada Banjir Kiriman dari Long Kali Paser

Saat ini pihaknya masih berupaya fokus untuk menangani banjir yang terjadi di desa Sumber Sari.

Namun ke depan kata Hamdam, bagi petani yang terdampak banjir mereka akan diberikan bantuan berupa bibit-bitit tanaman sebagai bentuk kepedulian pemerintah.

"Sementara kita akan tangani penanganan banjirnya, kita fokus dulu itu, mustinya dibantu lagi bibit semnagka supaya bisa menanam kembali, kalau surut ini mereka akan tanam lagi," ujarnya.

"Kita minta kepada Dinas Pertanian untuk mengupayakan bantuan bibit sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang terdampak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved