Minggu, 10 Mei 2026

Pekan Olahraga Nasional

Asal Mula Nama Objek Wisata Bukit Jokowi di Kota Jayapura Papua

Kota Jayapura, Provinsi Papua, ada banyak tempat yang menyajikan pemandangan alam, salah satunya yakni objek wisata Bukit Jokowi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Bukit Jokowi, terlihat pemandangan Teluk Youtefa Kota Jayapura dan Jembatan Merah, Senin (11/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUN KALTIM.CO, JAYAPURA - Kota Jayapura, Provinsi Papua, ada banyak tempat yang menyajikan pemandangan alam, salah satunya yakni objek wisata Bukit Jokowi.

Dari Bukit Jokowi, wisatawan bisa menikmati pemandangan nan memanjakan mata, seperti Teluk Youtefa dan juga bentangan Jembatan Merah Kota Jayapura.

Tidak hanya itu, sambil memandang indahnya Teluk Youtefa, wisatawan juga bisa duduk santai sembari menikmati jajanan yang dijual, seperti minuman air kelapa dan lainnya.

Tak perlu mengeluarkan biaya besar, pasalnya ketika wisatawan masuk ke kawasan objek wisata tidak dikenai biaya masuk.

Tetapi cukup hanya membayar parkir kendaraan yang anda pakai saja, yakni roda 2 Rp 5.000, sementara roda 4 Rp 10.000.

Baca juga: Tim Hoki Outdor Putri Kaltim Raih Medali Emas, Putra Hanya Perak di PON XX Papua

Baca juga: Kaltim Juara Umum Kempo, Raih 4 Medali Emas, 2 Perak dan 1 Perunggu di PON Papua 2021

Baca juga: UPDATE Torehan Kontingen Kalimantan Timur dalam PON XX Papua, Sabet 9 Medali Emas

Tribunners mungkin perasaran, mengapa diberi nama Bukit Jokowi, dan apakah ada hubungannya dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

Mencari tau tentang hal tersebut, TribunKaltim.co berbincang langsung dengan pengelola objek wisata Bukit Jokowi yakni Erickson Souldonal Korwa.

Lelaki yang kerap disapa Pak Erickson tersebut, mengakui bahwa pada tahun 2014 lalu, Presiden Jokowi telah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua.

Dari atas bukit inilah, Presiden Jokowi memantau langsung pembangunan Jembatan Merah Kota Jayapura, tepatnya pada Desember 2014.

Seusai itu, lelaki berusia 50 tahun tersebut meminta izin kepada Presiden Jokowi, bukit ini diberi nama Bukit Jokowi, dengan jawaban melalui senyuman ia merasa diizinkan.

"Pada waktu itu bapak Jokowi sedang bagi-bagi buku tulis, lalu saya kasih tau (Bapak bukit ini saya kasih nama Bukit Jokowi),"

"Pak Jokowi tersenyum, menurut saya itu artinya iya, tidak mungkin tidak," ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Senin (11/10/2021) sore.

Bapa anak 4 cucu satu itu, mengaku merasa bangga lantaran objek wisata tersebut bernama Bukit Jokowi.

Seiring berjalannya waktu objek wisata Bukit Jokowi semakin dikenal oleh banyak orang, bahkan disebutnya ada wisatawan dari Belanda yang sudah mampir di sana.

"Bukit Jokowi ini sudah mendunia. Ada orang dari Belanda, yang turun dari Bandara Sentani bilangnya mau ke Bukit Jokowi, lalu dia diantar sini, itu tahun 2017," sebutnya.

Sempat Sepi Lantaran Diterpa Pandemi Covid-19

Pak Erickson mengakui bahwa sewaktu dilanda pandemi Covid-19 objek wisata Bukit Jokowi sempat sepi, dan bahkan tidak dibuka sama sekali.

Dan mulai bergerak menghidupkan kembali, sekitar tiga bulan yang lalu atau bulan Juli 2021, dibantu dengan masyarakat sekitar.

Baca juga: Cabor Terjun Payung Tambah Medali Emas untuk Kaltim pada PON Papua 2021

Lalu dengan ada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2021 yang dilaksanakan mulai 2 - 15 Oktober 2021 dan pandemi sudah mulai melandai, diakui Erickson bahwa pengaruhnya sangat besar.

"Sebelum acara PON berlangsung, sudah datang tamu-tamu dari luar ke sini, dan di waktu PON ini," ujarnya.

Kedepan dirinya berharap, objek wisata ini terus semakin berkembang, karena menurutnya rata-rata orang yang datang ke Jayapura, semuanya ingin ke Bukit Jokowi.

"Inikan salah satu Ikon Kota Jayapura, orang luar datang ke Jayapura pasti kemari. Kalau bisa lebih berkembang lagi dibandingkan sekarang," imbuhnya.

Hal-hal yang dilarang dilakukan di objek wisata Bukit Jokowi,

Diantaranya, tidak boleh membuang sampah sembangan, lantaran untuk menjaga kebersihan di kawan Bukit Jokowi.

Lalu kedua tidak boleh membawa minuman beralkohol, bertujuan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved