Breaking News:

Ibu Kota Negara

BRGM Gelar Sekolah Tambak Ramah Lingkungan di Lokasi Calon Ibu Kota Negara RI

Kali ini telah diadakan sekolah ramah lingkungan pada kawasan mangrove di Kabuaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Ilustrasi kegiatan penanaman mangrove di daerah Paser Provinsi Kalimantan Timur 11 Oktober 2021. BRGM menggelar kegiatan dengan tajuk Sekolah Lapang Masyarakat Pengelolaan Mangrove dan Tambak Ramah Lingkungan di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, MUARA BADAK - Kali ini telah diadakan sekolah ramah lingkungan pada kawasan mangrove di Kabuaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Perlu diketahui, Kutai Kartanegara pernah disebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai kawasan yang juga masuk sebagai calon Ibu Kota Negara Republik Indonesia, gantikan Kota Jakarta. 

Soal sekolah ramah lingkungan di mangrove, digawangi oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Lembaga ini menggelar kegiatan dengan tajuk Sekolah Lapang Masyarakat Pengelolaan Mangrove dan Tambak Ramah Lingkungan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Menanam Mangrove di Pondong Paser, Ajak Perusahaan Peduli Lingkungan

Baca juga: Tanam 21.000 Mangrove di Pondong Baru, Gubernur Kaltim Ingatkan Pentingnya Menjaga Lingkungan

Baca juga: Menikmati Suasana Alam yang Tenang & Damai di Hutan Mangrove Ardi Mulyo Tanjung Palas Bulungan

Lokasi persisnya berada di Desa Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hal tersebut dilakukan untuk mengembangkan perilaku ramah lingkungan berkelanjutan.

Diikuti oleh 72 peserta yang terdiri dari petambak, mahasiswa, serta perwakilan dari Desa Mandiri Peduli Mangrove.

Sementara itu, dalam merumuskan solusi permasalahan yang dihadapi di lapangan, BRGM menjalin kemitraan dengan Universitas Mulawarman (Unmul) melalui skema matching fund Kedaireka.

Baca juga: Kaltim Calon Ibu Kota Negara RI, Sungai-sungainya Berpotensi jadi Air Bersih dan Minuman

“Sekolah Lapang ini untuk menggali ilmu-ilmu praktik bukan teori saja. Kita bisa dapat pengalaman dari para petambak, para petambak nanti ada pengayaan ilmu juga, karena orang yang sehari-hari berhubungan dengan mangrove adalah para petambak,” kata Dosen dan Peneliti dari Universitas Mulawarman (Unmul) Rita Diana, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, penerapan pengelolaan mangrove berbasis tambak dan lingkungan akan mengembangkan dan melakukan pembangunan demplot akuakultur (silvofishery) terintegrasi, mulai dari pembenihan udang, budidaya udang di tambak, pembuatan pakan mandiri dan budidaya kepiting soka di tambak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved