Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Cadangan Minyak Terus Turun, Rudi Rubiandini Sebut EBT Masih Belum Jadi Sumber Energi Utama

Kampanye energi baru terbarukan (EBT) seringkali terdengar di berbagai macam media. Energi terbarukan dianggap memiliki banyak manfaat dibanding ener

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Praktisi perminyakan Rudi Rubiandini. Ia mengatakan, energi terbarukan tidak bisa langsung menjadi energi utama pengganti energi fosil. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kampanye energi baru terbarukan (EBT) seringkali terdengar di berbagai macam media.

Energi terbarukan dianggap memiliki banyak manfaat dibanding energi fosil, salah satunya berdampak terhadap lingkungan.

Hanya saja menurut praktisi perminyakan Rudi Rubiandini, Rabu (13/10/2021) energi terbarukan tidak bisa langsung menjadi energi utama pengganti energi fosil.

Sebab ia menilai butuh biaya besar untuk menciptakan sebuah EBT.

Selain itu, konsumsi energi di masyarakat begitu tinggi di Indonesia sehingga memakan waktu dan biaya lebih untuk membuat EBT.

Baca juga: Terus Melakukan Pengembangan EBT di Indonesia, PLN Siap Memimpin Transisi Energi  

Baca juga: Tunjukkan Komitmen Pengembangan EBT, PLN Bangun PLTA Asahan 3 di Sumut 

Baca juga: Transisi Energi Ciptakan Pembangunan Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan

Untuk saat ini, ia menganggap EBT menjadi penunjang energi fosil.

Ia mencatat EBT hanya menampung 30 persen EBT di seluruh dunia.

Bahkan negara maju pun masih menggunakan energi fosil sebagai bahan bakar utama.

Untuk Indonesia sendiri saja baru 15 persen menggunakan EBT.

Kemudian alternatif energi lain seperti nuklir bisa saja dipakai di dalam negeri. Hanya saja ada beberapa faktor yang menghambat energi nuklir sebagai bahan utama energi dalam negeri.

"Banyak nuklir cuman permasalahan politis internasional tidak bisa. Karena Indonesia kemungkinan tidak direstui memiliki nuklir ditakuti negara asing. Akibatnya kita lebih sulit dari energi fosil ke energi terbarukan," ucapnya.

Baca juga: Energi Ibu Kota Negara Bakal Disokong Nuklir, 2 Wilayah di Kaltim Potensi Dibangun PLTN

Untuk itu saat ini eksplorasi maupun eksploitasi minyak bumi masih menjadi fokus pendukung permintaan energi dalam negeri.

"Terlalu berat EBT menggantikan 100 persen fosil. Migas tetap eksis EBT memperingan beban pengadaan energi," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved