Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian di Kaltara, KPwBI Perkenalkan Metode Hazton

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara terus mendorong agar produktivitas pertanian di Kaltara dapat ditingkatkan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Kepala Perwakilan BI Kaltara Tedy Arief Budiman. Ia memperkenalkan metode hazton dalam pertanian padi di Sajau Hilir, Bulungan, yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas hasil tani sampai 5 ton per hektarenya. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara terus mendorong agar produktivitas pertanian di Kaltara dapat ditingkatkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkenalkan metode hazton dalam pertanian padi di Sajau Hilir, Bulungan, yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas hasil tani sampai 5 ton per hektarenya.

Bahkan, pihaknya meyakini program peningkatan produktivitas pertanian juga dapat dilakukan di lokasi lainnya di Kaltara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala KPw BI Kaltara, Tedy Arief Budiman, Rabu (13/10/2021).

"Untuk pertanian itu kemarin kami mencoba mengenalkan metode untuk meningkatkan produksi, dan Alhamdulillah ada peningkatan dengan metode baru," kata Tedy Arief Budiman.

Baca juga: Tahun Ini KPwBI Kaltara Anggarkan Rp 1,5 M Beasiswa untuk Dua Universitas dan Dua Sekolah

Baca juga: Pantau Harga Pasar di Tarakan, KPwBI Kaltara Sebut Stabilisasi Harga Jadi Solusi Tekan Inflasi

Baca juga: Perkembangan Aliran Uang Rupiah, KPwBI Kaltara Alami Net Inflow Rp 109,2 Miliar di Januari 2021

"Dan kami berharap dapat dilanjutkan, baik oleh kami sendiri maupun oleh Pemda setempat ya," ucapnya.

"Jadi bisa dilakukan direplikasi di wilayah lain, karena kalau di Sajau Hilir kemarin itu demplot," tambahnya.

Menyangkut dukungan yang diberikan, Tedy Arief menjelaskan, bila pihaknya menyediakan pelatihan dan pemahaman atau capacity building kepada stakeholder pertanian.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyediakan bantuan sarana produksi pertanian seperti halnya bibit dan pupuk.

"Kalau dari kita itu, kita memberikan capacity building, jadi kita berikan pemahaman dan pengetahuan mengenai metode baru," katanya.

"Selain itu kami juga membantu dari segi pembibitan maupun pupuk jadi sarana produksinya juga," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved