Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Proyek Jaringan Listrik Mahulu Jadi Temuan BPK, Kontraktor Pelaksana Kembalikan Dana Rp 1,7 Miliar

Proyek pembangunan dan pengembangan instalasi jaringan listrik di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) rupanya berbuntut panjang

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Penyerahan pembayaran jaminan uang muka tahap terakhir yang dilakukan oleh pihak asuransi Bosowa kepada PPK Dinas PUPR Mahulu yang kemudian disetorkan ke kas daerah dan disaksikan langsung oleh Kepala Inspektorat Mahulu serta Kepala Kejari Kubar di Kantor Kejari Kubar.TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Proyek pembangunan dan pengembangan instalasi jaringan listrik di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) rupanya berbuntut panjang.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019 itu justru terdapat kejanggalan yang kemudian menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

Dimana proyek yang terdiri dua kegiatan itu terjadi di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahulu yang nilainya mencapai miliaran rupiah, namun tidak sepenuhnya pengerjaan diselesaikan.

Bahkan didalamnya terdapat jaminan uang muka yang belum dimintakan kepada rekanan sehingga tidak bisa disetorkan ke Kas Daerah.

"Waktu itu kegiatan tidak sepenuhnya selesai dan putus kontrak dan jaminan uang muka pun belum dibayarkan. Oleh karenanya, saran dari BPK RI adalah jaminan uang muka tersebut bisa segera disetorkan kepada Kas Daerah," kata Kepala Inspektorat Kabupaten Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu saat press release di Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Rabu (13/10). 

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Daerah Kutai Barat, Pemkab Kubar Mencari Solusi

Baca juga: Seluruh Masyarakat Kubar Tercover BPJS Kesehatan, Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah

Baca juga: Pasokan BBM ke Kubar Terlambat, Wabup: Pemkab Menyurati Pertamina untuk Menormalkan Distribusi

Budi Gunarjo menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan oleh PT  Pesona Prima Gemilang dan CV Tepian Sarana Elektrik yang justru putus kontrak.

Maka jaminan uang muka tersebut kemudian dimintakan kepada rekanan yakni asuransi Bosowa Cabang Samarinda.

Dimana dalam klaim jaminan uang muka ini, bekerja sama dengan pihak Kejari Kubar agar bisa disetorkan ke kas daerah.

"Jadi nilai jaminan uang muka tersebut sebanyak Rp 1.778.288.305,35 miliar. Ini sudah dibayarkan oleh pihak asuransi melalui beberapa tahap sejak 27 Agustus 2021 kemarin yang terkumpul Rp 1.126.000.000 miliar. Dan hari ini tahap terakhir atau ke delapan (8) untuk pembayaran kekurangannya sebesar Rp 652.288.305,35 juta," jelas Budi. 

Ditambahkan oleh Kepala Kejari Kubar, Bayu Pramesti yang menyaksikan langsung pembayaran tahap terakhir jaminan uang muka tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved