Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Akhirnya Nama Anies Baswedan Muncul di Surat Dakwaan Korupsi Tanah Munjul, Demi Rumah DP 0 Persen

Akhirnya nama Anies Baswedan muncul di surat dakwaan korupsi Tanah Munjul, demi rumah DP 0 persen

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers usai diperiksa KPK, Selasa (21/9/2021). Kini nama Anies Baswedan muncul dalam surat dakwaan 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan muncul dalam surat dakwaan eks Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/10/2021). 

Sebelumnya, Anies Baswedan sempat dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terkait kasus Korupsi pengadaan lahan di Munjul.

Diketahui, semula lahan di Munjul akan menjadi lokasi pembangunan rumah DP 0 persen.

Program rumah DP 0 persen merupakan janji kampanye Anies Baswedan yang sampai hari ini belum tercapai sesuai target.

Saat diperiksa KPK, Anies Baswedan mendapat 8 pertanyaan dari penyidik.

Baca juga: Digadang Maju Pilpres 2024, PDIP Malah Sarankan Anies Baswedan Keluar dari Politik, Gagal di Jakarta

Baca juga: MENEBAK Nasib Anies Baswedan Usai tak Jadi Gubernur DKI Jakarta, Digadang-gadang Maju Pilpres 2024

Baca juga: Nasib Anies Baswedan di 2024, Sulit Jadi Gubernur DKI Apalagi Maju Pilpres 2024, Kehilangan Panggung

Selain Anies Baswedan, KPK juga memeriksa Ketua DPRD DKI Prasetio Edy Marsudi dalam kasus Korupsi pengadaan lahan di Munjul.

Anies Baswedan menjalani pemeriksaan di KPK selama 5 jam.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Sidang Korupsi Tanah Munjul, Anies Baswedan Disebut Setuju Modali Dirut Sarana Jaya, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut dalam surat dakwaan eks Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/10/2021).

Anies Baswedan merestui penyertaan modal daerah (PMD) untuk Sarana Jaya sebesar Rp1,8 triliun untuk pembelian alat produksi baru, proyek hunian DP 0 rupiah, dan pembangunan Sentra Primer Tanah Abang.

"Bahwa terdakwa pada 2018 mengajukan usulan penyertaan modal kepada Gubernur DKI untuk ditampung atau dianggarkan pada APBD Pemprov DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp1.803.750.000.000," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan membacakan surat dakwaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved