Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

BPOM Tingkatkan Literasi Warga Soal Promosi Obat dan Suplemen agar Tak Terkecoh Produk Berbahaya

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan forum komunikasi secara luring maupun daring, Kamis (14/10/2021).

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Reri Indriani. Ia menekankan bahwa literasi masyarakat berguna untuk membangun intelegensi masing-masing ketika melihat sebuah iklan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan forum komunikasi secara luring maupun daring, Kamis (14/10/2021).

Di mana topik yang diangkat seputar literasi hingga promosi obat tradisional dan suplemen makanan selama pandemi Covid-19.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BPOM RI Penny Lukito; Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Reri Indriani; Direktur Pengawas Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Irwan.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Mimah Susanti; Ketua KPID Banten Ade Bujhaerimi; Direktur Utama Narabahasa Ivan Lanin; Kepala BBPOM Serang Trikoranti; dan perwakilan Persatuan Radio Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Candi Sinaga.

Forum membahas utamanya daya literasi masyarakat yang dinilai perlu demi membentengi dari tawaran produk-produk yang diklaim menyehatkan.

Baca juga: NEWS VIDEO Dapat Izin Pemakaian Darurat dari BPOM, Ini Fakta Vaksin Zifivax

Baca juga: EUA Disetujui BPOM, Rusia Gandeng Fahrenheit Bangun Pabrik Sputnik V di Indonesia

Baca juga: BPOM Belum Pernah Keluarkan Izin Ivermectin jadi Obat Pendukung Penanganan Covid-19

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Reri Indriani, melalui sambutannya, menekankan bahwa literasi masyarakat berguna untuk membangun intelegensi masing-masing ketika melihat sebuah iklan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Terutama produk kesehatan, sebab menurutnya, tak sedikit pula yang kemudian tergiur lantaran klaim obat penyembuhan yang nyaris tak masuk akal.

"Sehingga masyarakat diimbau agar tidak serta-merta menerima mentah-mentah penawaran produk, baik itu obat tradisional maupun suplemen makanan. apalagi klaimnya bisa sembuh dalam sehari," ujar Reri.

Ditambahkan Direktur Pengawas Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Irwan, untuk skala obat tradisional sekalipun tetap tidak bisa diklaim sepenuhnya aman tanpa efek samping.

"Jadi kalau obat tradisional hanya relatif lebih aman dibanding obat kimia. Bukan 100 persen aman," tegas Irwan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved