Breaking News:

Berita Berau Terkini

Dinas Pendidikan Berau Surati Ahli Waris untuk Minta Penurunan Spanduk di SMPN 1 Bidukbiduk

Disdik Berau masih berupaya untuk menyelesaikan permasalahan SMPN 1 Bidukbiduk, yang masih tersegel hingga mengakibatkan PTM belum bisa dilaksanakan.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Spanduk penyegelan oleh ahli waris masih berada di depan gerbang SMPN 1 Biduk-biduk.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB– Dinas Pendidikan (Disdik) Berau masih berupaya untuk menyelesaikan permasalahan SMPN 1 Bidukbiduk, yang masih tersegel hingga mengakibatkan PTM belum bisa dilaksanakan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Adang Salik, mengakui pihaknya telah mengirimkan surat kepada ahli waris tanah.

Isi surat tersebut minta tolong agar ahli waris dapat mencabut spanduk yang terpampang di depan gerbang sekolah. Pihaknya berharap dapat segera dicabut.

Serta, pihaknya juga akan membahas secara langsung persoalan sekolah tersebut bersama Pemkab Berau dengan Bupati Berau.

Baca juga: Dinas Pertanahan Berau Akui Ahli Waris Miliki Sertifikat yang Sah Terhadap Tanah SMPN 1 Bidukbiduk

Baca juga: Perluasan atau Pemindahan TPA Bujangga Kabupaten Berau Memerlukan Waktu Lama

Baca juga: Bapenda Kabupaten Berau Gencarkan Metode Jemput Bola untuk Capai Target PBB-P2

“Semoga hari ini sudah dibaca oleh ahli waris dan kita menunggu bagaimana tanggapannya, mudah-mudahan cepat direspon, karena kami menunggu juga,” jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Kamis (14/10/2021).

Ia melanjutkan, Dinas Pendidikan juga berencana untuk membahas sengketa tanah ini bersama dengan Bupati dan OPD terkait seperti Dinas Pertanahan.

Rencananya, rapat akan digelar di Kantor Bupati Berau pada Senin 18 Oktober mendatang.

“Dan yang bersangkutan juga kita undang, tak lupa dari pihak kecamatan dan kepala sekolah juga dihadirkan,” sambungnya.

Adang merasa iba lantaran murid SMPN 1 Bidukbiduk tersebut seharusnya dapat memulai pembelajaran tatap muka.

Baca juga: 10 Persen Rumah di Kabupaten Berau Tidak Layak Huni, Bantuan DAK Pemerintah Pusat

Menurutnya sudah setahun lebih siswa belajar secara online, dan disaat waktunya pembelajaran tatap muka malah tidak bisa dilakukan karena sekolah yang disegel.

“Kasihan juga disaat sekolahnya sudah mendapat rekomendasi, protokol kesehatan telah dijalankan, ternyata sekolahnya disegel. Semoga ada titik terangnya,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved