Breaking News:

Berita Paser Terkini

Saber Pungli Paser Gencarkan Sosialisasi, Hindari Praktek Pungutan Liar dan Korupsi Pelayan Publik

Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Paser menggelar sosialisasi bagi pelayan publik dan masyarakat sejak 11-22 Oktober

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Paser lakukan sosialisasi ke Pelayan Publik dan Masyarakat terkait Pungutan Liar (Pungli) dan Korupsi.TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Paser menggelar sosialisasi bagi pelayan publik dan masyarakat sejak 11-22 Oktober 2021.

Wakil Ketua Saber Pungli Kabupaten Paser, Dharni Haryati menuturkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran pelayan publik dan masyarakat.

Hal itu untuk menghindari adanya petugas atau pelayan publik yang melakukan pungutan diluar dari ketentuan yang ada.

"Ini merupakan program KPK untuk menghindari korupsi pelayan publik," terang Dharni. Kamis (14/10/2021).

Keberadaan Saber Pungli sendiri, untuk memudahkan masyarakat bila menemui praktek pungli di lapangan.

Baca juga: Walikota Samarinda Beri Komentar Soal Dugaan Pungli Oknum Lurah, Sesalkan Perbuatan Bawahannya

Baca juga: Pungli PTSL di Sungai Kapih Samarinda, Sebagian Pemohon Belum Melunasi Tarif Rp 1,5 Juta

Baca juga: Hasil Pungli Lurah Sungai Kapih, Polresta Samarinda Sita Uang Rp 678 Juta, Korban Capai Ribuan Orang

"Masyarakat dimudahkan jika ditemukan ada indikasi pungutan liar, mereka dapat melapor ke kami," kata Inspektur Inspektorat Paser itu.

Bagi pelayan publik, jika dalam bertugas  ada masyarakat yang memberikan sesuatu untuk mempercepat proses pengerjaan administrasi, diharapkan dapat mengambil sikap.

Semestinya sikap yang harus diambil pelayan publik tersebut yaitu menolak dan memberikan pengetahuan mengenai Standar Operasional Pekerjaan (SOP) dalam menerbitkan administrasi.

"Inilah yang mesti diberikan sosialisasi. Dan setiap kantor pelayan publik biasanya diberikan sticker stop pungli, setiap pekerjaan ada standar waktu pengerjaan," terang Dharni.

Sementara, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Paser, IPDA Andi Ferial menuturkan tujuan digelarnya kegiatan tersebut agar masyarakat, dan perangkat desa benar-benar memahami indikasi terjadinya tindak kejahatan Pungli dan Korupsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved