Berita Bulungan Terkini

Dua Investor Lirik Proyek PLTA Sungai Kayan, Bupati Bulungan Berikan Respons

Bupati Bulungan Syarwani meyakini kedatangan investor lain dalam proyek PLTA Kayan tidak akan menganggu aktivitas proyek investasi yang tengah berjala

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Rahmad Taufiq
HO/PT KHE
Desain PLTA Kayan di Kecamatan Peso, Bulungan. HO/PT KHE 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani meyakini kedatangan investor lain dalam proyek PLTA Kayan tidak akan menganggu aktivitas proyek investasi yang tengah berjalan.

Diketahui untuk saat ini proyek PLTA Kayan yang berjalan, dilaksanakan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE).

Di mana PT KHE saat ini tengah merampungkan pembangunan gudang peledak guna membangun bendungan di Kecamatan Peso Bulungan.

Selain PT KHE, dalam beberapa bulan belakangan diketahui ada juga investor asal Australia, yakni Fortescue Futures Industries (FFI) yang kini berminat untuk berinvestasi di proyek PLTA Kayan.

Menurut Bupati Syarwani, yang berwenang memberikan izin adalah pemerintah pusat.

Baca juga: Bupati Bulungan Syarwani Sebut tak Ada Progres PLTA Kayan, Sang Investor Beri Respon

Baca juga: Ditarget Beroperasi 2025, Bupati Syarwani Sebut Pembangunan PLTA Kayan Belum Berprogres

Baca juga: PT KHE Sebut PLTA Kayan Mampu Produksi 9.000 MW Listrik, Ditarget Beroperasi 2025

Karenanya ia menyerahkan hal tersebut kepada pusat terkait adanya dua investor yang menaruh minat dalam pembangunan PLTA Kayan.

"Itu silakan saja meskipun selama ini yang kita tahu adalah KHE, tapi regulasi itu menjadi bagian pemerintah pusat," kata Bupati Bulungan Syarwani, Kamis (14/10/2021).

"Tapi yang kita yakini, mereka ini tidak akan tumpang tindih," tambahnya.

Perihal potensi kerja sama antar kedua investor tersebut dalam membangun proyek PLTA Kayan, Bupati Syarwani juga menyerahkan hal tersebut kepada pihak pusat.

Menurutnya, yang terpenting adalah realisasi fisik pembangunan PLTA Kayan dapat segera dimulai agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Termasuk hal itu kewenangannya ada di pemerintah pusat, jadi izin regulasi berkaitan dengan penanaman modal tentu ada perizinan atau investasi besar kewenangannya berada di pusat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo direncanakan akan meresmikan kawasan green industrial park di Kaltara pada November mendatang.

Kawasan industri yang menghasilkan produk hijau dari energi hijau di atas lahan seluas 20.000 hektare tersebut, diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Baca juga: Wabup Bulungan Sebut Progres Pembangunan PLTA Kayan Belum 100%, Terkendala Pembebasan Lahan

Di mana untuk energi hijau nantinya dihasilkan dari hydroenergy atau pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berasal dari aliran Sungai Kayan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved