Breaking News:

Wawancara Eksklusif

EKSKLUSIF- Kiat Bupati Ardiansyah Bantu UMKM Kutim saat Pandemi, 'Kadang Saya Mengendorse Produk'

Di awal pandemi, pertumbuhan ekonomi Kutim mengalami penurunan. Imbasnya jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan 0.07 persen.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Adhinata Kusuma
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE TRIBUN KALTIM OFFICIAL
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman 

TRIBUNKALTIM.CO - Dampak pandemi covid-19 tidak hanya bicara soal kesehatan di masyarakat, tetapi juga adalah bagaimana menggerakkan roda perekonomian.

Menurunnya daya beli masyarakat, berimbas pada pendapatan para pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Kabar baik, level PPKM di Kutim terus menurun, dan Pemkab mulai memberikan sejumlah kelonggaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah sepertinya kuliner, warung-warung itu sudah mulai kedatangan pembeli. Tetapi tetap kita pantau, kita berikan waktu tertentu, malam hari tidak boleh lebih dari jam 9 atau jam 10,” kata Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam talkshow VIP ROOM Tribun Kaltim dengan tema Pemulihan Ekonomi saat Pandemi di Kutai Timur, Jumat (24/9/2021) lalu.

Dari data yang diungkap Ardiansyah, di awal pandemi, pertumbuhan ekonomi kutim itu mengalami penurunan. Imbasnya jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan sebanyak 166 orang, sekitar 0,07% dengan total sebanyak 369.080 orang.

Bagaimana Pemkab Kutim mengatasi ini, berikut petikan wawancara eksklusif wakil Pemimpin Umum Tribun Kaltim, Ade Mayasanto bersama Bupati Ardiansyah.

Soal naiknya angka kemiskinan di Kutim bagaimana analisanya?

Banyak faktor terkait kemiskinan (tak hanya karena pandemi). Pertama Kutai Timur adalah daerah tujuan investasi tentu mengundang banyak orang datang, apakah itu investor dan yang memang tidak bisa kita hindari adalah mereka mencari kerja.

Ini yang bisa kita katakan sangat, sangat dominan, sehingga di Kutim ini, kalau kita lihat memang penduduk pendatang banyak mendominasi.

Pada saat mereka datang sudah pasti tidak serta merta punya rumah, punya pekerjaan. Apabila yang datang itu dengan satu keluarga, otomatis istri, anak yang tidak sekolah dan sebagainya, ini berpengaruh, ini yang pertama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved