Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Marak Penipuan Berkedok Sumbangan Pembangunan Masjid, Kemenag Bontang Minta Warga Laporkan

Maraknya oknum minta sumbangan ke masyarakat untuk pembangunan tempat ibadah, jadi perhatian Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kota Bontang

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Yarkani, Penyelenggara Zakat Wakaf, Kemenag Bontang.┬áTRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Maraknya oknum minta sumbangan ke masyarakat untuk pembangunan tempat ibadah, jadi perhatian Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kota Bontang.

Pasalnya, aktivitas penarikan sumbangan untuk pembangunan masjid itu ilegal alias tak berizin.

"Banyak penipuan. Itu tidak ada izinnya," ujar Yarkani, Penyelenggara Zakat Wakaf, Kemenag Bontang saat dijumpai di Gedung Pendopo Rujab Walikota, Jumat (15/10/2021).

Biasanya, oknum pemungut sumbangan ini aktif meminta sumbangan di tempat-tempat ramai. Seperti di warung-warung makan dan kedai kopi atau kafe.

Mereka bekerja perorangan atau berkelompok dengan memakai seragam yang bermodalkan amplop berisi daftar penyumbang dan surat dari panitia pembangunan masjid 'abal-abal'.

Baca juga: NEWS VIDEO Ingin Bangun Masjid, Amanda Manopo Minta Pengikut Instagramnya Carikan Lokasi yang Tepat

Baca juga: Dapat Bonus Asian Games 2018, Jonatan Christie Pilih Bangun Masjid di Lombok

Baca juga: Didi Kempot Sempat Bangun Masjid untuk Hadiah Kepada Istri, Ungkap Keinginan yang Belum Tercapai

Saat beroperasi, oknum ini selalu menunjukan dokumen pelengkap sebagai tanda bukti legalitas dari salah satu tempat ibadah yang berada di luar daerah. Misalnya di wilayah yang terisolir, seperti di desa-desa yang tidak banyak orang ketahui.

"Biasanya mereka pakai nama-nama mesjid yang ada di jalan kilo. Karena tidak banyak yang tahu. Kalau yang begitu dipastikan penipuan," ujarnya.

Sebenarnya, berkas yang digunakan itu merupakan surat rekomendasi yang masa berlakunya telah habis. Namun digunakan lagi untuk kepentingan okmun demi meraup keuntungan pribadi.

Mereka beranggapan, jika surat rekomendasi yang digunakan itu tidak begitu diperhatikan oleh masyarakat selaku pemberi sedekah. "Karena yang ngasi sedekah itu tidak begitu perhatikan," bebernya.

Abah pun mengimbau masyarakat agar menolak memberikan sedekah yang belum begitu jelas sumber dan alur penyaluran hasil sumbangan.

Baca juga: Bangun Masjid Harus Lebih Bagus dari Rumah, Ini Juga Pesan Akhir Pendiri Masjid Kubah Emas

"Jangan dikasih. Apalagi tidak mengetahui dimana tempat ibadah yang dibangun itu. Sebaiknya pertanyakan dulu suratnya," ungkap Yarkani yang akrab dipanggil abah itu.

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat sebaiknya membuat aduan ke Kemenag jika menemukan oknum peminta sumbangan yang dicurigai ilegal.

"Laporkan agar kami tindak lanjuti. Selama ini memang kami belum dapat laporan. Makanya masih kami pantau," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved