Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Tarakan Lakukan Antisipasi Kekosongan Komoditas

Pemkot Tarakan mulai melakukan antisipasi kekosongan stok komoditas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Tampak komoditas ayam potong di Pasar Gusher. Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Pemkot Tarakan mulai melakukan antisipasi kekosongan stok komoditas. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Pemkot Tarakan mulai melakukan antisipasi kekosongan stok komoditas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang.

Belum lama ini Walikota Tarakan dr Khairul bersama stakeholder menggelar rapat pertemuan sekaligus membahas kondisi inflasi Kota Tarakan.

"Jadi upaya kami, mulai dari sektor perhubungan, dinas terkait kita memetakan sekarang kondisi stok barang di sini kemudian antisipasinya kebutuhan selama beberapa bulan ke depan sampai Nataru," ujar dr Khairul.

Ia menegaskan jelang Natal dan Tahun Baru hal-hal seperti itu sudah harus diantisipasi sejak dari sekarang dan harus memeriksakan komoditas apa saja yang perlu ditambah pasokannya, misalnya agar tidak terjadi lonjakan harga.

"Dan itu nanti akan saya tugaskan kepada Bulog, Perumda Agrobisnis, Perumda Aneka Usaha untuk menjadi penyangga (buffer) antisipasi lonjakanya itu," tuturnya.

Baca juga: Harga Komoditas Cabai Merosot, Pedagang di Pasar Klandasan Balikpapan Sebut Stok Melimpah

Baca juga: Komoditas Beras jadi Penyumbang Terbesar dalam Membentuk Garis Kemiskinan di Kalimantan Utara

Baca juga: Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan KTT Sebut Mayoritas Komoditas Didatangkan dari Luar

Adapun antisipasi menjaga stok komoditas, lanjut dr Khairul, melihat beberapa di antaranya seperti cabai lokal sudah bisa sebenarnya memenuhi kebutuhan warga Tarakan.

"Bahkan sekarang over suplai. Nah tinggal beras, cek Bulog cukup beberapa bulan ke depan, gula juga sedang kita redistribusikan dan daging, ayam termasuk juga ada suplai dari Gorontalo, untuk sapi saya kira cukup," ujarnya.

Ia menambahkan menyoal inflasi di Kaltara maupun di Tarakan relatif terkendali.

Dalam pertemuan beberapa hari lalu, pihaknya sepakat mengamankan sampai di akhir 2021, salah satunya jelang Natal dan Tahun Baru ini perlu diwaspadai dan ada beberapa menjadi catatan, namun semua elemen berkomitmen sepakat menjaga pasokan.

"Baik itu holtikultura, dan lainnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved