Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Akses Jalan Poros Trans Kalimantan Rusak Parah, Picu Kekurangan Pasokan Sembako

Kondisi ruas jalan poros trans Kalimantan yang menghubungkan antara Kota Samarinda dengan Kabupaten Kutai Barat kian memprihatinkan.

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Kondisi ruas jalan poros trans Kalimantan dari arah Samarinda menuju wilayah Kutai Barat dipenuhi lobang yang menyisakan lumpur saat hujan turun dan menimbulkan debu saat musim kemarau. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Kondisi ruas jalan poros trans Kalimantan yang menghubungkan antara Kota Samarinda dengan Kabupaten Kutai Barat kian memprihatinkan.

Banyak lubang cukup besar yang kerap kali menyisakan lumpur usai diguyur hujan dan menimbulkan debu saat musim kemarau tiba.

Kondisi ini pun membuat para pengendara yang melintas kesulitan mencari alternatif jalan mulus untuk menghindari lubang.

Bahkan beberapa kendaraan terpaksa harus mengantre karena kondisi ruas jalan yang mulai sempit akibat lobang yang terpaksa harus dihindari lantaran cukup dalam.

Kondisi ini pun membuat pemerintah Kabupaten Kutai Barat khawatir dapat memicu terjadinya inflasi dan kelangkaan bahan pokok yang didistribusikan dari luar daerah ke Kutai Barat.

Baca juga: Rusak Parah, Wabup Paser Pastikan Perbaikan Jalan Tanjung Aru-Dusun Ipi Masuk di APBD-P 2021

Baca juga: Perbaikan Jalan Poros Menuju Sanga-sanga di Samarinda yang Jadi Genangan Mulai Diperbaiki

Baca juga: Perbaikan Jalan Terhambat Regulasi, Pemerintah Akan Revisi Tata Ruang Kutai Timur

Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan hanya bisa berharap pemerintah yang berwenang segera melakukan perbaikan jalan poros trans Kalimantan alias jalan negara yang melintasi 3 provinsi di antaranya Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur itu.

“Apabila tidak segera diperbaiki itu bisa saja akan berdampak pada kurangnya pasokan logistik, seperti sembako dan barang lainnya,” kata Wabup Kubar Edyanto Arkan, Jumat (15/10/2021).

“Sebab apabila ini terjadi, tidak menutup kemungkinan inflasi di Kubar akan terjadi dan meningkat,” kata Edyanto Arkan.

Menurut Wakil Bupati Kutai Barat dua periode itu, apabila kerusakan jalan Trans Kalimantan tersebut tidak diperbaiki dan terus berlanjut dan bertambah parah, maka dikhawatirkan berdampak pada suplai barang dari luar daerah, misalnya, sembako dan barang-barang lain.

"Kalau sampai pasokannya terhalang atau terkendala, misalnya sampai dua hari. Tentunya, mengakibatkan pasokan sembako kurang di pasar-pasar. Praktis kebutuhan dengan pasokan yang tidak berimbang (kurang), harga akan naik,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved