Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Geliat Kerajinan Tangan di Malinau, Pengrajin Lokal Usulkan Dibentuk Sentra Pemasaran

Kerajinan tangan daerah di Malinau merupakan pendukung sektor pariwisata daerah

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Pengrajin rotan Braile Mandiri Desa Pelita Kanaan, Ari Sandi saat ditemui di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (16/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU – Kerajinan tangan daerah di Malinau merupakan pendukung sektor pariwisata daerah.

Saat ini, kerajinan tangan daerah perlahan mulai tumbuh, sejumlah pengrajin kembali produktif memasarkan produk kerajinan tangan daerah.

Pengrajin Rotan Braille Mandiri asal Kecamatan Malinau Kota, Ari Sandi mengatakan penghasilan yang diperoleh pengrajin bervariasi, tergantung daya serap produk di pasaran.

Keuntungan bervariasi, jika sedang mujur, Ari mengatakan ia dapat memperoleh penghasilan hingga belasan juta rupiah sebulan.

“Tergantung pasar, karena pasaran tidak selalu sama. Kalau ramai-ramainya, biasa kita sekira Rp 12 juta rupiah dalam sebulan. Kadang lebih kadang juga kurang,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Malinau Bisa Hasilkan Rp 3 Juta Sebulan dari Kerajinan Tangan Lokal

Baca juga: Manfaatkan Waktu Senggang, IRT di Malinau Raup Rupiah dari Kerajinan Tangan Lokal

Baca juga: Berjuang Jaga Eksistensi Kerajinan Seraung, Hargai Warisan Budaya Leluhur

Menurutnya, penghasilan kerajinan tangan sangat bergantung pada hilirisasi produk. Mengamati peluang, dan menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan produk di pasaran.

Kelompok pengrajin rotan miliknya sebelumnya hanya memasarkan kerajinan berupa perabotan rumah tangga, seperti kursi, meja, lemari dan jenis perabotan lain.

Saat ini mulai melirik peluang souvenir, perhiasan hingga seni ukir berbahan kayu.

“Memang awalnya kita khusus membuat kerajinan tangan untuk perabotan rumah tangga. Akhir-akhir ini mulai coba buat souvenir, perhiasan, dan ukiran patung kayu. Memang kalau orientasi kita keuntungan, harus pintar-pintar melihat potensi pasar,” katanya.

Menurut Ari, perlu peran serta pemerintah dan instansi daerah untuk menjaga stabilitas dan menjamin serapan kerajinan tangan di pasaran.

Baca juga: Mengenal Usaha Kerajinan Xilang Menyilang di Balikpapan, Bisnis Kreatif Sekaligus Stres Relief

Seperti menghidupkan kembali sektor pariwisata, membantu memasarkan dan menyerap produk kerajinan tangan daerah dan menyediakan wadah pemasaran terpusat, seperti pasar khusus kerajinan tangan.

"Kalau produksinya pasti menyesuaikan permintaan. Memang kalau mengharap pembeli dari warga lokal tidak seberapa. Intinya sebenarnya pemasaran, kalau bisa disiapkan ini pasti sangat membantu," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved