Breaking News:

Ibu Kota Negara

Sambut Ibu Kota Negara, Ada Rencana Tambah Kapal di Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan

Menyambut Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuat berbagai sektor berbenah

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN
Kondisi kapal laut di Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (17/10/2021). Ada wacana penambahan unit kapal ferry di Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan. Masih jadi polemik antara load factor yang minim dan isu transportasi jelang Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menyambut Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuat berbagai sektor berbenah.

Termasuk Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan.

Di samping perbaikan akses jalan, rupanya juga ada penambahan perusahaan operator kapal Ferry yang berimbas dengan penambahan jumlah kapal.

Sekedar diketahui, saat ini ada sejumlah 6 perusahaan penyedia jasa penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Ferry Kariangau.

Baca juga: Kunjungi Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan, Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho Beri Penilaian

Baca juga: Kaltim Calon Ibu Kota Negara RI, Sungai-sungainya Berpotensi jadi Air Bersih dan Minuman

Baca juga: BRGM Gelar Sekolah Tambak Ramah Lingkungan di Lokasi Calon Ibu Kota Negara RI

Dan rata-rata ke-6 perusahaan tersebut memiliki 3 buah kapal Ferry yang beroperasi.

Namun begitu, ada beberapa kapal yang kemudian tak beroperasi lantaran pandemi covid-19.

Pasalnya, penurunan jumlah penumpang yang drastis membuat keterisian kapal atau load factor cenderung menurun.

Misalnya PT ASDP Indonesia Ferry. Perusahaan BUMN ini terpaksa mengistirahatkan hingga 2 unit kapal ferry-nya setidaknya mulai tahun depan.

Baca juga: DPRD Tabalong Inginkan Ibu Kota Negara RI Segera Terwujud di Penajam Paser Utara

GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Balikpapan, Cuk Prayitno membeberkan bahwa saat ini keterisian kapalnya rata-rata 20 persen saja.

"Selama pandemi memang banyak penurunan muatan. Sekitar 60 persen penurunan dari tahun 2019," ujar Prayitno, Minggu (17/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved