Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Disdag Samarinda Sebut Tanggung Jawab Jaga Kesehatan Masyarakat

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas mengungkapkan upaya yang dilakukan pihaknya untuk meraih nominasi 10 besar nasional

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Pasar Merdeka diberi penghargaan sebagai 10 besar nasional pasar aman dari zat berbahaya dari BPOM RI, Senin (18/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Marnabas mengungkapkan upaya yang dilakukan pihaknya untuk meraih nominasi 10 besar nasional pasar aman bahan berbahaya dari BPOM RI.

Marnabas mengatakan bahwa sebelumnya Disdag harus membangun kesadaran kepada pedagang, tentang bahaya menggunakan zat-zat seperti formalin dan boraks dalam bahan dagangan yang dijual ke masyarakat.

Maka pihaknya menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda untuk melakukan pendampingan dan penyuluhan terkait hal tersebut.

"Kita lakukan tes kepada sampel dagangan, beberapa ada yang kita temukan (zat berbahaya) lalu kita tracing, dia dapatnya dari mana, lalu kita putus dan kita lakukan pembinaan," ungkap Marnabas saat ditemui usai agenda kunjungan Walikota Andi Harun di pasar merdeka, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Silaturahmi ke Pedagang, Walikota Andi Harun Tinjau Pasar Merdeka Samarinda

Baca juga: Pasar Merdeka Samarinda Jadi Pasar Bebas Bahan Berbahaya Dari BPOM RI

Baca juga: Rusun Universitas Mulawarman Samarinda Rampung, Habiskan Anggaran Rp 14 Miliar

Kadisdag Kota Samarinda tersebut menambahkan, melalui perjalanan panjang yang dilakukan, sampai lah beberapa kementerian yang menilai dan melakukan kroscek langsung di pasar Merdeka tentang bahan berbahaya di pasar tersebut.

"Salah satunya dari kementerian kelautan dan perikanan yang menilai secara objektif, mereka panggil pedagangnya, melakukan penilaian, dan akhirnya keluar hasilnya dan kita berada di peringkat enam secara nasional," tutur Marnabas menjelaskan.

Marnabas juga berharap agar keberhasilan ini bisa menjadi cambuk untuk mempertahankan capaian yang ada terlebih dapat menular di pasar-pasar lainnya di Samarinda.

"Intinya ketika mereka (pedagang) menjual bahan yang berbahaya, maka ini akan mengancam kesehatan orang banyak, ini tanggung jawab moral juga dari kita untuk menjaga kesehatan masyarakat," pungkas Marnabas menjelaskan

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Kota Samarinda Tergenang Banjir 30-50 Cm, Arus Cukup Deras di Beberapa Lokasi

Penilaian terhadap pasar aman dari bahan berbahaya itu juga disebutkan meliputi kebersihan pasar, dan perilaku pedagang di pasar tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved