Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Oknum ASN di Kutai Kartanegara Jadi Tersangka Usai Rusak Tanaman Reklamasi Milik Perusahaan

Oknum ASN berinisial AP ditetapkan tersangka setelah tersandung kasus pengerusakan tanaman reklamasi yang berada di lokasi eks perusahaan pertambangan

HO/Kejari Kukar
Tersangka AP saat berada di Kejari Kukar (baju putih), saat proses penyerahan. HO/Kejari Kukar  

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kutai Kartanegara (Kukar) yang ditetapkan tersangka dibenarkan kepolisian.

Oknum ASN berinisial AP ditetapkan tersangka setelah tersandung kasus pengerusakan tanaman reklamasi yang berada di lokasi eks perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kukar.

Kasus yang ditangani oleh Polres Kukar ini, juga sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri atau Kejari Kukar.

Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Herman Sopian, melalui Kanit Tipiter Polres Kukar, Ipda Sagi Janitra, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, kejadian pengerusakan terjadi pada Desember 2020 hingga tahun 2021 di area reklamasi eks tambang perusahaan tersebut.

Persisnya di kawasan Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, Kaltim.

Baca juga: KPK Sambangi Kanwil DJP Kaltimtara, Bahas Pajak Pertambangan dan Minta Izin IUP Tertuang Reklamasi

Baca juga: DPRD Kukar Ingatkan Perusahaan Tetap Tanggung Jawab Reklamasi Pascatambang

Baca juga: Apa Kabar Jaminan Reklamasi dan Pascatambang di Kaltara? Simak Jawaban Dinas ESDM

Lokasi pembukaan lahan yang dilakukan oleh tersangka, tak jauh dari lokasi Sekolah Polisi Negara (SPN) Kukar yang terletak di kawasan Desa Jonggon.

Atas tindakannya tersebut, tersangka AP dijerat dengan pasal 406 KUHP tentang pengerusakan, dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

Dari pengakuan tersangka sendiri, pada saat itu tersangka hendak melakukan pembukaan lahan dengan cara merintis.

Sejumlah tanaman jenis akasia yang ditanam oleh perusahaan menjadi rusak lantaran terkena gergaji mesin milik tersangka. Alhasil tanaman jenis akasia yang berusia sekitar lima tahun mengalami kerusakan. 

"(Ada) puluhan pohon yang rusak karena dipotong tersangka. Usianya rata-rata lima tahun," ungkap Ipda Sagi Janitra, Senin (18/10/2021) hari ini.

Baca juga: Soal Lubang Tambang Menganga di Sekitar IKN, Jokowi Sebut Wajib Reklamasi, Mangkir? Izin Dicabut!

AP ditetapkan sebagai tersangka sejak 30 Juni 2021 lalu.  Hal ini juga berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan keterangan sejumlah saksi. 

Kasusnya telah dilimpahkan di Kejari Kukar dengan status P-21.  "Berkas kasusnya sudah P-21 dan dinyatakan lengkap," tegas Ipda Sagi Janitra.

Diketahui pula, penyerahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka sendiri dilakukan pada 22 September 2021 ke Kejari Kukar.  "Barang bukti yang diamankan, yaitu alat mesin gergaji," pungkas Ipda Sagi Jatinra. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved