Breaking News:

Berita Penajam Terkini

Praktik Cashback di Pelabuhan Ferry Penajam, Perusahaan Swasta Terancam Gulung Tikar

Praktik cashback maupun pemotongan tarif terhadap pengguna jasa penyeberangan Kariangau-Penajam

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN
Kondisi kapal laut di Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (17/10/2021). Praktik cashback ini ditiadakan demi persaingan usaha yang sehat. Dengan persaingan yang sehat, dapat memajukan usaha transportasi penyeberangan itu sendiri. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Praktik cashback maupun pemotongan tarif terhadap pengguna jasa penyeberangan Kariangau-Penajam menjadi momok tersendiri dalam persaingan usaha.

Pasalnya, pengguna jasa secara otomatis memilih operator kapal yang memberikan cashback lebih besar.

Padahal secara tarif, sudah ditetapkan melalui Pergub Kaltim Nomor 8 Tahun 2015 tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Kabupaten Kota dalam Provinsi untuk Penumpang Kelas Ekonomi, Kendaraan, dan Alat-alat Berat/Besar.

Di dalamnya, tidak diatur mekanisme pemotongan tarif terhadap pengguna jasa.

Baca juga: Pelabuhan Ferry Penajam Ada Praktik Cashback, Trik Menarik Minat Pengguna Jasa Kapal

Baca juga: Praktik Cashback Pengguna Jasa Penyeberangan Penajam-Balikpapan Masih Berlangsung

Baca juga: Diperiksa Kejari, Kadishub Kaltim Melarang Cashback di Pelabuhan Ferry Kariangau Balikpapan

Sehingga indikasinya pun sempat mengarah pada pembukuan ganda yang secara jangka panjang merugikan negara.

Setelah sebelumnya, TribunKaltim.co sempat berbincang langsung dengan supir truk muatan yang mengklaim bahwa cashback tersebut masih eksis, seorang petinggi perusahaan yang menyediakan jasa, turut mengamini penawaran potongan tarif.

Sebut saja Randi (45), bukan nama sebenarnya. Ia mengaku sebelumnya pihaknya sempat terlibat dalam persaingan usaha antar operator kapal ferry dalam pemberian cashback.

Dimana cashback tersebut, baginya, tak memberi keuntungan sama sekali. Justru merugikan lantaran pemasukan dan pengeluaran yang besar pasak daripada tiang.

Baca juga: Penajam Terkini, Sejak Rabu Malam Operasional Pelabuhan Ferry Kariangau Sudah Kembali Normal

Dari Kariangau ke Penajam, sebut dia, kapal ferinya butuh solar sebanyak 150 liter. Adapun dalam sehari, satu kapal ferry bisa 16 kali pulang pergi.

"Semua feri menggunakan solar bersubsidi seharga Rp 5,5 ribu. Artinya, sekali belayar, perusahannya harus mengeluarkan duit Rp 825 ribu untuk membeli solar," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved