Breaking News:

Jokowi ke Tana Tidung

Kunjungan ke Kaltara, Presiden Jokowi Tiba di Kabupaten Tana Tidung, Langsung ke Lokasi Mangrove

Presiden Joko Widodo tiba di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung. Jokowi tiba di Desa Bebatu menggunakan Helikopter Merah Putih

Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/RISNA
Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Tana Tidung menggunakan Helikopter Merah Putih, Selasa (19/10/2021) (TRIBUNKALTIM.CO/RISNA) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Presiden Joko Widodo tiba di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung. Jokowi tiba di Desa Bebatu menggunakan Helikopter Merah Putih sekira pukul 11.11 Wita tadi.

Dari pantauan TribunKaltara.com, Jokowi beserta rombongan tiba di Tana Tidung pada pukul 11.28.

Selanjutnya, sebanyak tiga Helikopter tiba di Desa Bebatu.

Kedatangan Presiden RI ke Tana Tidung disambut Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama Edi Krisna Murti, Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona, dan Dandim 0903 Tanjung Selor Kolonel Inf Akatoto.

Usai mendarat di Desa Bebatu, Presiden Jokowi beserta rombongan langsung menuju lokasi penanaman mangrove menggunakan speedboat milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Baca juga: Jadwal Presiden Jokowi ke Tana Tidung, Pertama Kalinya dan akan Tanam Mangrove Bersama Uni Eropa

Baca juga: BREAKING NEWS Presiden Jokowi Berkunjung ke Tana Tidung Kaltara, Naik Helikopter dari Tarakan

Baca juga: Kunjungan Presiden RI, Dinkes Kabupaten Tana Tidung Buka Layanan Swab Antigen Gratis

Kunjungan perdananya ke Tana Tidung ini, dalam rangka melakukan penanaman mangrove di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir.

Kedatangan Presiden Jokowi ke Tana Tidung merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar ke Tana Tidung pada Senin (4/10/2021) lalu.

Diberitakan TribunKaltara.com sebelumnya, Menteri Nurbaya menyampaikan, kawasan mangrove tersebut akan dibangun secara ekonomis.

"Yang pasti konsepnya, pemulihan sambil nanti dibangun secara ekonomis. Dalam arti boleh dan bisa dibangun, tetapi harus lestari," ujarnya.

Hal itu juga, guna menjaga habitat yang ada di dalam kawasan mangrove. "Supaya bekantannya jangan lari, kepitingnya bagus, kemudian udangnya juga bagus," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved