Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Pedagang Dilarang Tidur di Pasar Olah Bebaya, Wabup: Hindari Kejadian Tidak Diinginkan

Para pedagang diminta tidak boleh tidur di dalam pasar, meskipun kios itu milik pedagang. Karena pasar bukan tempat tinggal atau tidur, tetapi

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan memberikan pengarahan kepada pengelola dan pedagang Pasar Olah Bebaya di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak. 

TRIBUNKALTIM.CO - Para pedagang diminta tidak boleh tidur di dalam pasar, meskipun kios itu milik pedagang. Karena pasar bukan tempat tinggal atau tidur, tetapi berdagang.

"Hal ini untuk mengantisipasi dan menghindari hal yang tidak diinginkan atau kejadian negatif di pasar," tegas Wabup Kubar, Edyanto Arkan saat mengunjungi Pasar Olah Bebaya di Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak.

Baca juga: Pemkab Kukar Ukur Pencapaian Kinerja dan Evaluasi Permasalahan

Sebab, kalau ada yang tidur di pasar itu, banyak hal yang tidak terkontrol.

Pasar harus diatur waktunya, seperti waktu pedagang boleh memasukkan barang atau memasok barang menggunakan mobil atau truk, misalnya pukul 16.00-18.00 Wita.

Setelah itu, tidak boleh lagi ngedrop barangnya ke dalam pasar.

Begitu juga para pedagang yang mau masuk ke pasar saat malam, harus mendapat izin dari petugas pasar.

Baca juga: PIK-R Siapkan Perencanaan Kehidupan Remaja, DP2KBP3A Kubar Gelar Sosialisasi kepada Pelajar

Sehingga yang masuk ke pasar itu adalah benar-benar pedagangnya, jadi tidak ada orang lain di luar pedagang keluar-masuk pasar.

"Ini sudah dilakukan secara tertib oleh petugas Pasar Olah Bebaya," ujarnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved