Breaking News:

Berita Kukar Terkini

PTM Terbatas di Beberapa Wilayah Kukar Berbeda-beda, Disdikbud Ungkap Alasannya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) mengungkap alasan mengapa PTM terbatas di beberapa wilayah berbeda-beda.

TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Plt Kepala Disdikbud Kukar Slamet Hadiraharjo, saat ditemui beberapa waktu lalu. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) mengungkap alasan mengapa PTM terbatas di beberapa wilayah berbeda-beda.

Plt Kepala Disdikbud Kukar Slamet Hadiraharjo mengatakan bahwa PTM terbatas dilaksanakan bagi sekolah yang lokus atau wilayahnya bukan di pedalaman. Mobilitas masyarakat di kawasan tersebut masih terbilang tinggi.

Berbeda hal dengan di wilayah pedalaman, PTM dilaksanakan secara full time atau penuh waktu.  Selain mobilitas di wilayah tersebut terbilang minim, jumlah siswa per kelas juga sangat sedikit.

Ditambah, kendala pada wilayah tersebut, seperti jaringan telekomunikasi untuk menggelar pembelajaran secara daring.

"Kalau untuk daerah-daerah terpencil yang kami tunjuk, sesuai arahan pimpinan (Bupati), jumlah siswanya satu kelas tidak banyak. Itu disuruh full belajar," ungkap Slamet.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Tegaskan PTM untuk Jenjang SMA Bisa Digelar jika Semua Pelajar Selesai Divaksin

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bagi Pelajar Terus Digenjot, Pemkab Kukar Siapkan PTM Menuju Level 3

Baca juga: Evaluasi Berkala PTM di Balikpapan, Dinas Pendidikan Cegah Klaster di Sekolah

Kukar kini dalam Surat Penerapan PPKM masuk pada Level 2. Nanti kata Slamet bakal diterbitkan Surat Edaran terbaru, berkaitan dengan pelaksanaan PTM ini.  Satuan pendidikan sudah diminta untuk menggelar PTM. 

Terbatas atau tidak, Slamet meminta kepada satuan pendidikan yang menggelar PTM tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan. 

"Yang pasti kita tetap berhati-hati dan waspada. Meskipun PTM tetap protokol kesehatan diterapkan dan diutamakan, karena masih masa pandemi," tutup Slamet.

Terpisah, salah satu wali murid, warga Kecamatan Tenggarong Mujeeb Burohman, ditanya terkait PTM terbatas yang digelar, rupanya sang adik kini naik ke kelas 8 sekolah menengah pertama. 

Adiknya memulai sekolah pada Selasa (19/10/2021) hari ini dengan aturan PTM terbatas. 

Baca juga: PTM Terbatas Digelar, Disdik Balikpapan Jamin Kuota Internet Gratis Masih Tetap Jalan

Mujeeb mengatakan bahwa adiknya termasuk dalam kelompok dua di SMPN 4 Tenggarong.

Diartikannya bahwa pelaksanaan PTM di SMPN 4 Tenggarong itu digelar secara terbatas.  "Jadi kelompok dua itu turun sekolah pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Satu kelasnya kurang lebih 15 orang," ungkapnya. 

Mujeeb mengucapkan, jam belajar tidak dibatasi, Hanya jumlah murid dalam satu ruang belajar yang dibatasi menjadi dua kelompok. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved