Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Ratusan Pekerja Migran Indonesia akan Dideportasi dari Malaysia, Disnaker Nunukan Khawatir

Sebanyak 197 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan akan dideportasi dari Malaysia pada Senin 25 Oktober 2021.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nunukan, Munir beberkan Sebanyak 197 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan akan dideportasi dari Malaysia pada Senin 25 Oktober 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Sebanyak 197 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan akan dideportasi dari Malaysia pada Senin 25 Oktober 2021. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nunukan, Munir.

"Rencana Senin depan itu ada 197 PMI yang dideportasi dari Malaysia. Kalau Repatriasi belum ada. Kemarin ada disampaikan soal Repatriasi tapi hanya komunikasi, suratnya belum ada," kata Munir kepada TribunKaltara.com, Selasa (19/10/2021), pukul 15.00 Wita.

Munir mengaku, kendati Nunukan sudah memiliki dua alat PCR yang mampu mendeteksi virus Corona selama tiga jam.

Baca juga: Presiden RI Jokowi Bakal Kunjungi Kaltara, Bupati Nunukan Asmin Laura Minta Perhatian Lebih

Baca juga: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Melindungi Seluruh Pekerja Migran Indonesia

Baca juga: BP2MI Nunukan Ungkap Ratusan Pekerja Migran Indonesia yang Dideportasi dari Malaysia, Tak Punya NIK

Namun kapasitas untuk menguji sampel swab tidak sebanding dengan jumlah PMI yang tiba nantinya.

Ia khawatir membuat PMI lama menunggu hasil PCR di pelabuhan, berpotensi terjadinya penyebaran virus Corona.

"Apalagi sekarang ada varian baru yang lebih ganas lagi MU. Ya, memang mereka dari Malaysia sudah PCR, tapi untuk mengantisipasi penyebarannya di dalam perjalanan, Gugus Tugas keluarkan aturan agar setiap pelaku perjalanan harus PCR lagi," ucapnya.

Lanjut Munir,"Kapasitas mesin PCR di RSUD hanya 90 sampel selama tiga jam. Kalau ada ratusan sampel bisa sampai berjam-jam. Itupun kalau sampainya pagi, kalau sampai sore bisa sampai tengah malam kita di pelabuhan," tambahnya.

Baca juga: 161 Pekerja Migran Indonesia Telah Tiba, 10 Orang Masih Ditahan di Malaysia

Menurutnya, sebagai deteksi diawal bisa menggunakan swab Antigen yang mana hasilnya bisa diketahui hitungan menit.

"Kita sudah minta petunjuk pusat apakah ini termasuk pemborosan pemakaian alat kesehatan. Dan pusat itu setuju. Beda hal di Jakarta, begitu kedatangan ambil sampel, 15 menit udah bisa tahu hasilnya. Alat di sana canggih," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved