Rabu, 22 April 2026

Kabar Artis

Hasil Pemeriksaan Rachel Vennya dan Salim Nauderer, Terancam Langgar 2 Pasal, Buna Pucat

Kelakuan Rachel Vennya yang tidak mematuhi aturan penting dalam penanggulangan Covid-19 ini menuai kecaman banyak pihak.

Editor: Heriani AM
instagram @rachelvennya
Potret Rachel Vennya bersama sang kekasih, Salim Nauderer selama melakukan perjalanan ke luar negeri.Rachel Vennya dan Salim Nauderer Kekasihnya Dijadwalkan Diperiksa Siang Ini, Polisi Terapkan Dua UU 

TRIBUNKALTIM.CO - Selebgram Rachel Vennya bakal diperiksa polisi hari ini, Kamis (21/10/2021) terkait tindakannya kabur dari karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta setelah pulang dari Amerika Serikat.

Kelakuan Rachel Vennya yang tidak mematuhi aturan penting dalam penanggulangan Covid-19 ini menuai kecaman banyak pihak.

Rencananya, Rachel Vennya akan diperiksa polisi di Polda Metro Jaya hari ini, Kamis (21/10/2021) terkait kasus ini.

Baca juga: Rachel Vennya dan Pacarnya Diperiksa Siang Ini, Polisi Terapkan UU Karantina dan Wabah Penyakit

Baca juga: Rachel Vennya Diperiksa Polisi Hari Ini, Beredar Petisi Minta Kekasih Salim Nauderer Diproses Hukum

Baca juga: Rachel Vennya Pernah Berseteru dengan Mantan Asisten, Kini Masa Lalu Buna Diungkap

Wanita berjuluk buna berhak bahagia akan dijerat dua undang-undang karena melanggar tindak pidana.

Datang ke Polda, wajah Rachel memucat.

Selebgram Rachel Vennya memenuhi undangan pemeriksaan Polda Metro Jaya terkait kasus kabur dari karantina.

Mengenakan masker hijau dan pakaian putih, Rachel Vennya hadir di Polfa Metro Jaya pada pukul 14.15 WIB.

Rachel Vennya datang bersama kekasihnya, Salim Nauderer, dan manajernya, Maulida Khairunnisa.

Baik Salim maupun Maulida juga akan diperiksa. Ketiganya didampingi oleh kuasa hukum dan beberapa pria yang menjaga dari awak media.

Rachel Vennya, Salim, dan Maulida tidak berkomentar sedikit pun kepada awak media.

Wajah Rachel terlihat pucat.

Dia hanya menunduk.

Saat jalan ke gedung Direktorat Kriminali Khusus Polda Metro Kaya, pundak Rachel Vennya dipegang oleh Salim agar tidak terjatuh.

"Kita jalani dulu pemeriksaan dulu," kata seorang pria dalam rombongan Rachel Vennya, Salim, dan Maulida, Kamis (21/10/2021) mengutip Kompas.com.

Diberitakan sebelumnya, Rachel Vennya dikonfirmasi kabur dari karantina setelah bepergian dari Amerika Serikat.

Menurut hasil penyelidikan Kodam Jaya, terdapat oknum TNI bagian Pengamanan Satgas Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta yang diduga melakukan tindakan non-prosedural.

Baca juga: Denny Sumargo Bongkar Fakta Rachel Vennya Kabur Usai Pulang dari AS, Densu Sebut Ada Biaya Karantina

Janji Jelaskan Kronologi Pada Polisi

Rachel Vennya sebelumnya sudah buka suara soal kehebohan kabar dirinya kabur dari kewajiban karantina usa pulang dari perjalanan ke Amerika Serikat. Bagaimana kronologinya? Ia janji akan menjelaskan.

Lewat video di kanal YouTube Boy William yang diunggah pada Senin (18/10/2021), Rachel membeberkan alasannya mengapa ia kabur dari karantina.

Namun, tentang bagaimana kronologi ia kabur karantina, Rachel Vennya enggan membeberkannya.

Rachel berjanji akan menceritakan kronologi kaburnya dari kewajiban karantina secara lengkap di hadapan penyidik Polda Metro Jaya.

Menurut mantan istri Niko Al Hakim ini, ia harus menceritakan kejadian selengkapnya saat memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Kamis (21/10/2021).

"Aku nggak bisa sebutin kronologinya seperti apa, karena aku harus memberitahukan kronologi pertamanya itu di Polda ya, Kak."

Rachel Vennya Kabur Karantina Langsung Posting Ulang Tahun di Bali, Ketua Satgas IDI: Terlalu Percaya Diri

Tingkah Rachel Vennya kabur dari karantina Covid-19 usai pulang dari Amerika Serikat masih jadi sorotan.

Tak hanya mangkir dari kewajiban karantina, Rachel Vennya bahkan mempertontonkan video merayakan ulang tahun di Bali.

Hal ini pun menuai respon berbagai pihak, bahkan Ketua Penanganan Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menilai jika sang selebgram terlalu percaya diri.

Hal ini diungkapkan Zubairi Djoerban di podacast Deddy Corbuzier saat berbincang bersama Dokter Tirta membahas kasus kaburnya Rachel Vennya.

"Terlalu pede (Percaya diri)," ucap Zubairi Djoerban spontan saat perbincangan menyoroti tingkah Rachel Vennya yang membuat banyak orang kesal kabur karantina.

Zubairi Djoerban membenarkan andai Rachel Vennya diam bisa jadi kasus ini tak mengemuka.

Podcast ini juga menyoroti keberadaan oknum yang membantu kaburnya Rachel Vennya.

Baca juga: Jelang Diperiksa Polisi, Pengakuan Baru Rachel Vennya, Kekasih Salim Nauderer tak Pernah Karantina

Kasus Kaburnya Rachel Vennya Dikhawatirkan Jadi Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia

Prof. Zubairi Djoerban juga mengungkapkan, bahaya seseorang tidak menjalani karantina.

"Kami terus terang setiap hari takut hati-hati gelombang tiga. Gelombang tiga itu muncul kalau kita undang. Tergantung perilaku manusia dan perilaku virus itu sendiri," ujarnya seperti dikutip dari Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (21/10/2021).

Profesor yang kerap disapa Berry ini, kasus di Tanah Air menunjukkan tren positif dimana kasus harian maupun kasus meninggal ditekan seminimal mungkin.

"Top sekali penanganan Covid-19 di Indonesia. Kita takut kalau kembali ke rangking satu (jumlah kasus positif di dunia," kata dia.

Menurutnya, kasus Rachel dapat memicu terjadinya gelombang ketiga karena perilaku manusia yang tidak patuh terhadap aturan pencegahan penularan virus Corona.

Apalagi di luar negeri kini dilaporkan banyak temuan varian dan mutasi baru.

"Amat takut kembali terjadi lonjakan kasus. Ini kan bisa jadi pencetus gelombang ketiga seperti Juli awal Agustus dimana rumah sakit penuh, ribuan orang isolasi mandiri, dan banyak yang meninggal saat isoman. Dan sekarang kasus meninggal nyaris minimal, rendah sekali. Bikin trauma itu (lonjakan kasus)," ungkapnya.

Sementara itu, dokter sekaligus influencer dr Tirta juga menyatakan, kabur karantina setelah dari luar negeri memiliki potensi membawa mutasi.

Alasannya, belajar dari kasus 01 dan 02 Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, kini selang setahun kasus di Indonesia telah mencapai 4 jutaan kasus.

"Dia itu (Rachel) bisa merusak potensi penanganan Covid di Indonesia. Rachel ini datang dari amerika terus kabur di dua tempat berbeda Bali dan Jakarta melibatkan banyak oknum. Ada jaminan gak orang-orang disekitarnya enggak kena covid atau berani bertanggung jawab kalau dia ternyata membawa mutasi P1 dan P2 dari Amerika," ungkap dokter kelahiran Surakarta ini.

Wajib Diinvestigasi Oknum yang Bantu Kabur Dari Karantina, Rachel Vennya Harus Beri Penjelasan

Dalam podcast yang sama, Dokter Tirta juga menegaskan pentingnya penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina.

"Ini harus diinvestigasi, kasus Rachel ini seolah-olah tenggelam, viral dan dilupakan, kata Dokter Tirta.

Dokter Tirta menyebut kasus Rachel Vennya ibarat gunung es yang meledak. Ia yakin Rachel bukan orang pertama.

"Ibaratnya Rachel ini gunung es yang meledak, ini yang harus diselidiki, dapat kontak oknum darimana, kalau ada transaksi dari mana.

Menurut Dokter Tirta ini perlu dilakukan, sebagai upaya memutus oknum nakal

"Kalau gak kaya gini kita membuat aturan karantina sekuat apa pun akan jebol," ucap Tirta lagi.

Dokter Tirta menerangkan alur bagaimana pelaku perjalanan internasional wajib melakukan rangkaian aturan ketat kekarantinaan saat pandemi Covid-19.

"Datang, landing di bandara, diarahkan, hasil PCR nya apa, jika negatif karantina ," katanya. (*)

Baca juga: Jelang Diperiksa Polisi, Pengakuan Baru Rachel Vennya, Kekasih Salim Nauderer tak Pernah Karantina

Baca juga: Rachel Vennya Dipastikan Kena Sanksi Pidana Usai Kabur Saat Karantina, Polisi: Kita Bentuk Satgas

Baca juga: Pengakuan Terbaru Rachel Vennya Disorot Lagi, tak Pernah Karantina hingga Anak Ikut Terbang ke Bali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved