Breaking News:

Berita Internasional Terkini

Donald Trump Siap Luncurkan TRUTH Social, Diklaim Situs Media Sosial Saingan, Lawan FB dan Twitter?

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan jaringan media sosial baru, yang disebut TRUTH Social

Penulis: Adinda Faradilla | Editor: Syaiful Syafar
AFP
Donald Trump. Mantan Presiden Amerika Serikat ini dilaporkan siap meluncurkan TRUTH Social yang diklaim sebagai situs media sosial saingan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan jaringan media sosial baru, yang disebut TRUTH Social.

Dia mengatakan platform itu akan menentang tirani teknologi besar, merujuk pada mereka yang membungkam suara-suara yang berlawanan di Amerika Serikat.

Dilansir BBC.com, media sosial memainkan peran penting dalam upaya Donald Trump untuk bisa masuk ke Gedung Putih dan merupakan sarana komunikasi favoritnya sebagai presiden.

Donald Trump.
Donald Trump. (AP Photo/Alex BrandonAlex Brandon)

Tetapi saat ini Donald Trump dicekal dari media sosial Twitter dan ditangguhkan dari media Facebook setelah para pendukungnya menyerbu Gedung US Capitol.

Baca juga: Detik-detik Donald Trump Lengser, Presiden AS Terbitkan Kebijakan Ekstrem, Grasi ke 100 Narapidana

Baca juga: Manuver Donald Trump Jelang Lengser dari Gedung Putih, Obral Grasi, Daftar Penjahat yang Dibebaskan

Perusahaan media sosial Twitter dan Facebook berada di bawah tekanan selama masa kepresidenan Donald Trump untuk melarangnya, dengan postingannya yang dikritik sebagai penghinaan, penghasutan, atau penyebaran kebohongan.

Tahun lalu Twitter dan Facebook mulai menghapus beberapa unggahan Trump atas alasan penggiringan opini dan penyesatan masyarakat, karena ujarannya yang menyatakan bahwa Covid-19 "kurang mematikan" dibanding flu.

Mereka mengambil keputusan untuk melarang dan menangguhkan Donald Trump setelah kerusuhan yang terjadi pada bulan Januari, di mana ia mengklaim terdapat penipuan pemilu tanpa dasar.

Menanggapi kerusuhan tersebut, Twitter dan Facebook memutuskan bahwa terlalu berisiko untuk mengizinkannya terus menggunakan situs mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved