Gagalkan Peredaran Narkotika

Kronologi Penangkapan 2 Tersangka Pengedar Pil Double L di Balikpapan, Terkuak Pasokan dari Kediri

Dua pria di Balikpapan berinisial AD (40) dan GR (34) harus meringkuk sebagai tahanan setelah diamankan jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan,

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Dua pria di Balikpapan berinisial AD (40) dan GR (34) harus meringkuk sebagai tahanan setelah diamankan jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan, Senin (18/10/2021) lalu. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dua pria di Balikpapan berinisial AD (40) dan GR (34) harus meringkuk sebagai tahanan setelah diamankan jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan, Senin (18/10/2021) lalu.

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan, AKP Tasimun menjelaskan pada hari Senin tersebut, sekitar pukul 16.00 Wita, pihaknya menyambangi lokasi yang diduga kerap menjadi tempat bertransaksi narkotika.

Persisnya di pinggir jalan, kawasan Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Barat. Dimana saat itu, terlihat seorang pria yang diduga hendak bertransaksi.

Selang 30 menit setelahnya, Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Balikpapan mendekati sekaligus mengamankan pria yang belakangan diketahui berinisial AD terlebih dahulu. Persisnya sekitar 16.30 Wita.

"Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan 10 paket dengan masing-masing berisikan 1000 butir pil double L yang ditemukan dalam tas hitam, termasuk 1 buah ponsel Samsung 205 warna hitam," beber Tasimun, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: 5 Tersangka Narkotika di Balikpapan Ditangkap, 2 Diantaranya Sering Kedapatan Gunakan Sabu

Baca juga: Operasi Tekan Kasus Narkotika di Gunung Bugis Balikpapan, Sejumlah Pengedar Kabur Lewat Loteng

Baca juga: Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika, Anggota Polresta Samarinda Diberi Penghargaan

Kemudian AD sendiri dicecar pertanyaan oleh petugas. Kepada petugas, tersangka AD mengaku bahwa ia mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria berinisial HB, yang dikirim melalui jasa ekspedisi.

Tidak sampai di situ, AD diinterogasi lebih lanjut. Tasimun mengatakan, pihaknya meminta informasi terkait jaringan peredaran pil double L tersebut.

Hingga kemudian AD membocorkan bahwa salah satu rekannya turut menyuplai barang haram tersebut yang didatangkan dari Kediri, Provinsi Jawa Timur lewat ekspedisi ke salah satu alamat, tepatnya di Jalan Sepaku, Mekar Sari, Balikpapan Barat.

Rekan yang dimaksud tersangka AD itulah yang kemudian diketahui berinisial GR.

"Akhirnya Tim Opsnal melakukan penyelidikan ke alamat yang diberikan tersangka AD. Ternyata rumah itu, masuk dalam catatan kami rumah yang sering menjadi tempat transaksi obat keras," jelas Tasimun.

Baca juga: Rekor Baru, Satresnarkoba Polresta Samarinda Usai Gagalkan Peredaran Narkotika 25 Kg

Beruntungnya di rumah tersebut, kata Tasimun, jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan bertemu langsung dengan tersangka GR dan seketika membekuknya dan melakukan penggeledahan, sekitar pukul 17.00 Wita.

Di rumah tersebut, Tim Opsnal yang bertugas mendapati barang bukti sebanyak 12 paket berisi masing-masing 1000 butir pil double L yang disembunyikan dalam sebuah tas, berikut sebuah ponsel merk Vivo yang diduga sebagai alat komunikasi saat bertransaksi.

"Saat diinterogasi, tersangka GR mengakui bahwa memang bekerjasama dengan AD. Mereka sama-sama mendatangkan pil double L itu dari Kediri lewat jasa pengiriman," beber Tasimun.

Lebih lanjut, tersangka GR mengatakan, bahwa 8 paket sudah lebih dulu terjual oleh pengedar lain. Kemudian tersangka itu, kata Tasimun, kini menjadi buronan.

Termasuk seseorang berinisial HB yang dibeberkan tersangka AD akibat menjadi pemasok ribuan butir barang haram tersebut.

"Lebih lanjut, kedua tersangka dan semua barang bukti kami giring ke Mapolresta Balikpapan untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Tasimun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved