Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Lapangan Usaha Industri Makanan di Kalimantan Utara Terus Berkembang

Dilihat dalam kacamata sektor sekunder, Kalimantan Utara justru menunjukkan tren peningkatan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Ilustrasi gelaran event Festival Sungai Kayan memberi dampak bagi kegiatan UMKM, datang wisatawan dan jajan produk-produk UMKM di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Dilihat dalam kacamata sektor sekunder, Kalimantan Utara justru menunjukkan tren peningkatan, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dilihat dalam kacamata sektor sekunder, Kalimantan Utara justru menunjukkan tren peningkatan, terutama terlihat dari lapangan usaha industri makanan yang terus bekembang di Kalimantan Utara, Jumat (22/10/2021).

Demikian dibeberkan oleh Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Tedy Arif Budiman kepada TribunKaltara.com di Tanjung Selor. 

Dalam hal ini, jelasnya, mengenai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang merupakan suatu indikator untuk menilai seberapa mampu suatu nilai investasi untuk dapat meningkatkan produk nilai tambah dari suatu wilayah.

Umumnya, kata Tedy, semakin kecil nilai ICOR yang dihasilkan maka semakin efektif pengelolaan investasi yang ada untuk mendorong perekonomian daerah tersebut.

Baca juga: Sumber Pertumbuhan Utama Kalimantan Utara Andalkan dari Pertambangan

Baca juga: Melihat Posisi Ekonomi Kalimantan Utara dalam Penanaman Modal Asing dan Dalam Negeri

Baca juga: Perkembangan Investasi di Kalimantan Utara, Sempat Terkontraksi

Pada tahun 2020, tercatat Kalimantan Utara mengalami peningkatan nilai ICOR dari tahun tahun sebelumnya.

Namun demikian, hal ini juga dirasakan oleh seluruh provinsi yang ada di Kalimantan.

Pada tahun 2020 merupakan tahun pandemi sehingga menyebabkan seluruh wilayah di Kalimantan.

"Mencatatkan pertumbuhan negatif sepanjang tahun 2020,” ulasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Beber Kalimantan Utara akan Dibuat Kawasan Industri Hijau Pertama di Dunia

Meski demkian, lanjut Tedy, pada tahun 2021 diperkirakan ICOR Kalimantan Utara akan mengalami perbaikan mendekati kondisi pra pandemi.

“Hal ini juga sejalan dengan target BAPPENAS yang menargetkan ICOR nasional akan turun menjadi 6,24 pada tahun 2022 mendatang,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved