Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Jalan Antar Liang Buaya Menuju Kupang Baru Kutai Kartanegara Bakal Diperpendek Jadi 49 Kilometer. 

Pembangunan akses jalan untuk masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar. Ini butuh perhatian lebih.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Tim survei dari Dinas Pekerjaan Umum bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Bagian Pembangunan dan perusahaan sawit setempat saat menelusuri jalan pendekat pembangunan Desa Liang Buaya ke Kupang Baru.  HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pembangunan akses jalan untuk masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar. Ini butuh perhatian lebih.

Teranyar Jalan penghubung antar desa yang butuh perhatian di Kecamatan Muara Kaman persisnya di Desa Liang Buaya menuju Desa Kupang Baru ditinjau.

Masyarakat masih kesulitan guna melintasi jalan ini lantaran jarak tempuh yang terbilang jauh. Sekitar 56 kilometer jaraknya, membuat masyarakat terpaksa melewati sungai menggunakan longboat.

Permasalahan ini direspon Pemkab Kukar, Bupati Kukar Edi Damansyah juga telah memberi intruksi pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar untuk melakukan perencanaan pembangunan jalan antar desa ini.

Dinas Pekerjaan Umum bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Bagian Pembangunan, dan perusahaan sawit setempat merespon dengan melakukan survei.

Baca juga: Jalan Penghubung Jembatan Pulau Balang di Balikpapan Tersendat, Komisi III DPRD Desak Pemprov Kaltim

Baca juga: DPRD Kaltim Panggil Dinas PUPR, Singgung Pembangunan Jalan Penghubung Jembatan Pulau Balang

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Penghubung Samarinda-Sangasanga, Rambu Tidak Ada, Dishub Bantah Pernah Dipasang

Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara, Restu Irawan membeberkan langkah yang tengah dilakukan guna memetakan jalur yang akan dibuka untuk akses rencana pembangunan.

Bersama tim DLHK tentunya melihat beberapa lintas yang berada pada jalur yang masuk Kawasan cagar alam.

"Sudah kami lakukan survei guna menentukan jalur yang akan dibuka menjadi jalan. Sebagian kan ada yang masuk cagar alam, jadi nanti akan diajukan pinjam pakai kawasan tersebut untuk jalan," beber Restu, Sabtu (24/10/2021) hari ini.

Dilanjutkan Restu, bahwa jika masyarakat melakukan perjalanan melewati sungai dibutuhkan waktu kurang lebih lima jam, dan warga Desa Kupang Baru harus mengeluarkan biaya yang lumayan, yaitu Rp 1,5 juta agar bisa menuju ke Kecamatan Muara Kaman dan Kota Bangun.

Tentunya infrastruktur ini bakal terealisasi, dan akan memperpendek jarak tempuh perjalanan warga hingga 49 kilometer.

Baca juga: Komisi III DPRD Kaltim Minta Pusat Cairkan DAK untuk Bangun Jalan Penghubung Jembatan Pulau Balang

"Nantinya dari Desa Liang Buaya ke Desa Kupang Baru, warga hanya menempuh jarak sekitar 7 hingga 8 kilometer," ujar Restu.

Restu menyampaikan bahwa hal ini masih akan dilakukan pengajuan kepada pemerintah pusat, karena wilayah tersebut berada dalam Kawasan Cagar Alam Muara Kaman.

"Pembangunan jalan dan jembatan nanti tidak banyak merubah rona alam yang berada di kawasan cagar alam tersebut. Semoga bisa terealisasi segera," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved