Breaking News:

Virus Corona di Tarakan

Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 di Tarakan, Waspada Momen Menjelang Natal dan Tahun Baru

Menanggapi isu prediksi gelombang ketiga Covid-19, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Utara ikut angkat bicara

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Ketua IDI Provinsi Kaltara, dr. Franky Sientoro, membeberkan, masyarakat Tarakan akan melewati kegiatan Natal dan Tahun Baru 2022 yang memungkinkan terjadi prediksi gelombang ketiga Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Menanggapi isu prediksi gelombang ketiga Covid-19, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Utara ikut angkat bicara.

Disampaikan oleh dr. Franky Sientoro yang juga merupakan PLT Dirut RSUD Tarakan, diprediksikan Desember 2021, warga harus sudah mulai waspada atas gelombang ketiga Covid-19.

Alasannya, karena masyarakat Tarakan akan melewati kegiatan Natal dan Tahun Baru 2022 yang memungkinkan terjadi prediksi gelombang ketiga Covid-19.

Adapun saran yang diberikan dr. Franky sekaligus sebagai Ketua Ikatan Dokter (IDI) Provinsi Kalimantan Utara, vaksinnya harus tetap dikejar sembari tetap menjaga protokol kesehatan.

Baca juga: Jadwal Pembelajaran Tatap Muka di Tarakan, Disdikbud Targetkan Pekan Depan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Kalangan Remaja dan Pelajar di Kalimantan Utara Masih Rendah

Baca juga: Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Kaltara, Wagub Yansen Tipa Padan Berikan Sikap

Ia melanjutkan, prokes tidak boleh kendor atau lengah. IDI Kaltara sendiri untuk kajian belum dilakukan terkait prediksi gelombang ketiga.

“Kita melihat perkembangan nasional dan ada di IDI nasional ya bukan per wilayah. Dan itu baru prediksi ya dan harapan kita tidak terjadi,” jelasnya.

Adapun lanjutnya saat ini sendiri, kondisi pandemi Covid-19 di RSUD Tarakan Provinsi Kaltara sendiri cukup jauh menurun pasiennya.

Per Jumat, 15 Oktober 2021, hanya ada 9 orang pasien yang dirawat di ruang isolasi.

Baca juga: Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Tarakan, Optimis Vaksinasi Tembus 70 Persen

Menurun. Dari 9 orang dirawat, 3 orang positif dan enamnya hanya suspect.

"Dan kasus meninggal beberapa hari ini tidak ada laporan,” urai dr. Franky.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved