Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Curhat Korban Penipuan 'Investasi Kelinci' Bodong di Tuban

Korban penipuan jual-beli kelinci fiktif menangis saat berada di kantor kepolisian Polsek Jenu, Minggu (24/10/2021).

Editor: Jonathan Roy

TRIBUNKALTIM.CO - Korban penipuan jual-beli kelinci fiktif menangis saat berada di kantor kepolisian Polsek Jenu, Minggu (24/10/2021).

Uang jutaan rupiah yang dipinjam pelaku Giyang Mihdiyan Arifta Putra (28), warga Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, dengan dalih investasi itu ternyata raib.

Korban perempuan berinisial HN tersebut mengaku uang itu akan digunakan untuk lamaran.

HN menjelaskan, uang yang dipinjam pelaku nilainya sekitar Rp 6-7 juta.

Korban terperdaya dengan bujuk rayu pelaku dengan embel-embel untuk investasi bisnis kelinci .

Namun, ia akhirnya sadar jika menjadi korban penipuan setelah beberapa kali menanyakan uangnya tak mendapat jawaban memuaskan.

Kapolsek Jenu, AKP Rukimin mengatakan, dalam menjalankan aksinya pelaku bermodus menawarkan kelinci melalui media sosial facebook dengan akun bernama Giank Muchdian Arifta Putra.

Untuk kerugian korban bermacam-macam, mulai ada yang jutaan sampai dengan ratusan juta.

Sementara itu, pelaku Giyang menyatakan, aksinya tersebut dilakukan karena terlilit utang.

Ditambahkannya, untuk nilai uang dari para korban bermacam-macam, mulai Rp 20 juta, Rp 150 juta hingga Rp 180 juta.

Jika semua hasil penipuan ditotal, maka akan mencapai Rp 1-2 miliar lebih.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved