Breaking News:

Berita Berau Terkini

Saat Ini Terhalang Layanan Maskapai untuk Berwisata ke Kabupaten Berau

Sejumlah wisata di Kabupaten Berau perlahan dibuka.Masyarakat telah diperbolehkan untuk melakukan wisata dengan ketentuan mematuhi prokes

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Salah satu destinasi wisata Berau, yakni Maratua, telah bisa dikunjungi wisatawan lokal maupun Mancanegara. TRIBUNKALTIM.CO/HO/ Humas Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Sejumlah wisata di Kabupaten Berau perlahan dibuka.

Masyarakat telah diperbolehkan untuk melakukan wisata dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan.

Begitu juga dengan pintu untuk wisatawan asing dapat dibuka kembali, khusus di daerah Maratua dan Derawan.

Tetapi, untuk saat ini agak sulit menarik para wisatawan lantaran harga tiket masih mahal dan terbatasnya maskapai.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Masrani menuturkan, memang ada kendala yang ditemui saat ini untuk membuka akses wisata bagi para wisatawan mancanegara, maupun luar Kabupaten Berau, karena hingga kini hanya dua maskapai yang beroprasi. Yakni Wings Air dan Susi Air.

Baca juga: Penerbangan Masih Pakai Syarat PCR, Pihak Bandara Kalimarau Berau Bersikap

Baca juga: Menggali Potensi Wisata Pesisir Selatan Berau, Wabup Gamalis: Sangat Besar dan Berbeda

Baca juga: DPRD Berau Dorong Pengembangan Wisata Meski Terkendala Maskapai

Saat ini, Susi Air, yang melayani rute lokal. Yakni Bandara Kalimarau menuju ke Bandara Maratua.

“Harga tiket yang tinggi tentu membawa pengaruh juga kepada kunjungan,” jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Minggu (24/10/2021).

Untuk data yang mereka himpun per Agustus 2021 ikunjungan wisatawan baik mancanegara maupun lokal per Agustus mencapai 49.199 orang.

Dari jumlah tersebut, 40 orang merupakan wisatawan mancanegara. Jumlah ini masih jauh dibanding kunjungan pada tahun 2019 yakni 301.015 orang.

“Covid-19 memang membawa pengaruh besar. Banyak pemilik restoran yang berada di area wisata, memilih tutup sementara. Termasuk salah satu hotel yang ada di kawasan Tanjung Redeb sini,” paparnya.

Untuk syarat masuk ke Berau, dan menuju ke area wisata, Masrani memaparkan, setiap orang wajib menunjukan PCR dengan hasil negatif.

Ini berlaku bagi wisatawan mancanegara. Sedangkan untuk lokal, wajib membawa surat rapid antigen.

“Fokus kita saat ini untuk wisatawan lokal saja dulu. Pelan-pelan berjalan, baru menerima wisatawan asing lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Berau Kini Mulai Buka Pintu untuk Turis Asing, Harus Melalui Jalur Resmi

Meskipun saat ini seluruh destinasi wisata di Berau telah dibuka. Namun, Masrani meminta kepada setiap kepala kampung dan camat untuk memperketat prokes. Dan melakukan pemeriksaan dan imbauan kepada pengelola wisata di tempat masing-masing.

“Itu harus kita tekankan. Kita tidak ingin kecolongan dan timbul klaster baru,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved