Breaking News:

Virus Corona di Paser

Ahli Waris Korban Meninggal Covid-19 Bakal Dapat Santunan, Dinsos Paser Lakukan Verifikasi Berkas

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarjan kebijakan terkait bantuan santunan untuk korban yang meninggal dunia karena Covid-19

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kepala Bidang Jaminan Sosial, pada Dinsos Paser M. Yunus saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan terkait data yang akan menerima santunan untuk korban yang meninggal karena Covid-19 di Paser, Senin (25/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER- Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarjan kebijakan terkait bantuan santunan untuk korban yang meninggal dunia karena Covid-19.

Hal itu tertuang dalam peraturan Gubernur Kaltim nomor 40 tahun 2021 tertanggal 4 Oktober 2021.

Diperkuat dengan surat Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur Nomor : 460/01/DS-111/2021 tanggal 13 Oktober 2021 Perihal Menyiapkan Penerima Santunan Korban Meninggal karena
Covid-19.

Kepala Bidang Jaminan Sosial, Pada Dinsos Paser M. Yunus menyampaikan, saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data terkait bantuan untuk korban yang meninggal karena Covid-19 tersebut.

"Saat ini, kami masih melakukan pengumpulan data untuk korban yang meninggal dunia karena covid-19 di Paser sebelun dilaporkan ke Provinsi Kaltim," terangnya saat ditemui di ruang kerjanya. Senin (25/10/2021).

Baca juga: Dinsos Samarinda Buka Pengajuan Santunan Warga yang Wafat karena Covid-19, Sampai 28 Oktober 2021

Baca juga: Santunan Bagi Ahli Waris Korban Covid-19 di Balikpapan, Lengkapi Syarat Sebelum 28 Oktober 2021

Baca juga: Balikpapan, Samarinda dan Kukar Terima Santunan Anak Yatim Piatu, Wagub Doakan jadi Orang Sukses

Untuk kouta yang mendapat bantuan di Paser tidak dibatasi, hanya saja batas waktu pelaporan berkas ke Provinsi sampai tanggal 30 Oktober 2021.

Besaran bantuan yang akan diserahkan kepada ahli waris dari Provinsi Kaltim sebesar 10 juta rupiah.

"Tidak ada pembatasan kouta, cuman batas waktu sampai tanggal 30 karena data ini harus di verifikasi oleh Dinsos dan Dinkes Paser paser terlebih dahulu," terangnya.

Jika ada suatu kendala atau masalah dalam pendataan maka hal itu merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Daerah (Pemda).

"Kalau saya salah verifikasi, orang yang tidak meninggal kita bantu, kita yang akan diperiksa," sebut Yunus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved