Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

484 Warga Tana Tidung Terima Sertifikat PTSL, Bupati Ibrahim Ali Sampaikan Harapan

Sebanyak 484 warga Desa Bebatu dan Desa Bandan Bikis, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, terima sertifikat PTSL.

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Penyerahan sertifikat PTSL oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, kepada masyarakat Desa Bebatu dan Desa Bandan Bikis, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Sebanyak 484 warga Desa Bebatu dan Desa Bandan Bikis, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, terima sertifikat PTSL, Rabu (27/10/2021)

Sebenarnya PTSL ini lebih kepada masyarakat Desa Bebatu yang lebih banyak menerima.

"Tapi ada beberapa sebagian juga masyarakat Bandan Bikis yang menerima sertifikat ini," ujar Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.

Dia menyampaikan, harapan di tahun 2022 mendatang, akan lebih banyak lagi masyarakat Tana Tidung yang menerima PTSL.

Baca juga: Perdana, 3 Desa di Tana Tidung Teraliri Listrik 24 Jam, Demi Dongkrak Ekonomi

Baca juga: Polisi Dalami Biaya Tambahan Terkait Kelas Tanah dalam Kasus Pungli PTSL di Kelurahan Sungai Kapih

Baca juga: Bayar Rp 1,5 Juta per 200 M2, Korban Pungli PTSL di Sungai Kapih Ungkap Oknum PNS dan Lurah Terlibat

"Paling tidak tahun depan, Badan Pertanahan Bulungan bisa menambah lagi jadi 1000 PTSL," harapnya.

Dia sampaikan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus berupaya, agar kebutuhan masyarakat Tana Tidung dapat terpenuhi dengan baik.

Berbicara pelayanan dasar itu, kata dia, salah satunya adalah infrastruktur, jaringan telekomunikasi, jaringan listrik, dan air bersih.

"Tentunya progres berkelanjutan menjadi prioritas kami dalam membangun Upun Taka yang kita cintai," katanya.

Baca juga: Dewan Pendidikan Tana Tidung Tanggapi Keluhan Mahasiswa soal Hasil Penetapan Beasiswa

Lebih lanjut dia katakan, prospek Bebatu dan Bandan Bikis menjadi gerbang depan Kabupaten Tana Tidung itu, sangat berpeluang besar.

Sehingga dia meminta kepada masyarakat untuk mau diatur untuk lebih maju kedepa.

"Kalau masyarakatnya tidak mau diatur, otomatis masyarakat itu tidak akan maju.

Dan yang akan rugi tentunya masyarakat setempat. Karena program pemerintah itu tidak akan bisa berjalan dengan baik," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved