Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Pemkab Kukar Ingin Kesehatan Sebagai Acuan Susun Rencana dan Pelaksanaan Pembangunan  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono membuka secara resmi pembentukan GERMAS

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono membuka secara resmi pembentukan GERMAS secara virtual.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG- Kegiatan advokasi dan pembentukan forum Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kutai Kartanegara, digelar secara virtual di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono membuka secara resmi pembentukan GERMAS.

Dia juga sempat menyampaikan arahan khusus dari Bupati Kukar Edi Damansyah.

GERMAS dilaksanakan mengacu kepada aturan yang diterbitkan taitu Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. 

Berrdasar Instruksi Presiden ini, kemudian diturunkan dalam Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas nomor 11 tahun 2017, tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang menjadi dasar panduan seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan GERMAS.

Baca juga: Puskesmas Se-Kukar Menuju Digitalisasi Pembayaran Gunakan QRIS, Pemkab Kerjasama dengan Bank Daerah

Baca juga: Lawan Mitra Kukar di Liga 2, Erol Iba: Insya Allah Persiba Balikpapan Amankan 3 Poin

Baca juga: 50 Hafidz Al-Quran di Kukar Diwisuda, Bupati Harap di Desa, Mereka Terus Mengaji dan Mengajar

"Secara khusus di Kukar sendiri telah memiliki Peraturan Kepala Daerah (Perda) nomor 38 tahun 2019 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, ini menunjukkan bahwa dalam tataran regulasi bahwa dasar pelaksanaan GERMAS sudah cukup jelas namun dalam tataran pelaksanaan masih belum memenuhi sesuai target yang diharapkan," beber Sunggono, Rabu (27/10/2021) hari ini.

Pelaksanaan GERMAS, lanjut Sunggono, bertujuan guna meningkatkan produktivitas masyarakat serta menurunkan prevalensi penyakit menular dan tidak menular, agar mengurangi beban finansial masyarakat dalam pembiayaan kesehatan.

"Implementasi GERMAS pada prinsipnya adalah melakukan pembangunan berwawasan kesehatan. Berkaitan dengan hal itu berharap seluruh pemangku kepentingan, hendaknya menjadikan kesehatan sebagai mainstreaming dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembangunan," tegasnya.

Sunggono memberi contoh, kebiasaan baik masyarakat Kukar akhir-akhir ini dalam melakukan aktivitas fisik yaitu berolahraga sepeda.

Hal itu dinilainya sebagai fenomena yang dapat diakomodir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, dengan menyediakan jalur sepeda.

Agar para pesepeda dapat melakukan aktivitasnya dengan aman.

"Berkaitan dengan peran serta seluruh stakeholder terkait, Bupati berharap kepada Bappeda Kukar agar dapat mendorong, mengawal dan mengkoordinir proses perencanaan masing-masing pemangku kepentingan, agar dapat sinkron dan terintegrasi pada semua tingkatan mulai kabupaten, kecamatan, kelurahan dan Desa termasuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP)," jelas Sunggono.

Terakhir, kegiatan advokasi dan pembentukan forum GERMAS yang dilaksanakan diharap membawa hasil positif bagi semua.

Baca juga: Polres Kukar Gelar Vaksinasi di SMPN 1 Tenggarong, Prioritaskan Pelajar Agar Bisa Ikut PTM

Utamanya dalam rangka mendesain intervensi untuk melakukan integrasi pelaksanaan GERMAS di Kukar.

"Saya berharap dapat ditetapkan indikator dan target secara terukur dan sistematis agar keberhasilan pelaksanaan Germas di Kutai Kartanegara dapat terukur," pinta Sunggono. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved