Jelang Peresmian Single System, BSI Silaturahmi ke Tribun Kaltim

Dalam rangka menyambut peresmian single system dan selesainya proses integrasi sistem PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada tanggal 1 November 2021

Editor: Diah Anggraeni
Tribun Kaltim/Gusti Rahman
Area Manager Balikpapan BSI Balikpapan, Imam Syarifudin dan jajaran saat berkunjung ke Kantor Tribun Kaltim, Jumat (29/10/2021) hari ini. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam rangka menyambut peresmian single system dan selesainya proses integrasi sistem PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada tanggal 1 November 2021 mendatang, Area Manager BSI Balikpapan Imam Syarifudin mengadakan kunjungan ke Tribun Kaltim di Kota Balikpapan, Jumat (29/10/2021) hari ini.

Kunjungan dilakukan dalam rangka silaturahmi antara BSI dan media sebagai salah satu stakeholder penting yang senantiasa mendukung kemajuan BSI.

Selain itu, kunjungan ini juga sebagai bagian dari usaha meningkatkan awareness dan literasi perbankan syariah kepada masyarakat luas di area Balikpapan yang meliputi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Baca juga: Fokus pada Digitalisasi, Kinerja BSI Pasca Merger Semakin Solid

Area Manager BSI Balikpapan, Imam Syarifudin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh nasabah dari ex legacy yang telah setia bersama Bank Syariah Indonesia, juga seluruh masyarakat yang saat ini sudah menjadi masuk dalam satu keluarga besar BSI.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan media yang mendukung dan mengawal Bank Syariah Indonesia sejak Legal Day One pada 1 Februari 2021 lalu hingga saat ini, melewati proses migrasi rekening ex-legacy menjadi satu sistem BSI. Kami siap melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan lebih baik, lebih banyak produk, dan lebih siap dari sebelumnya sesuai prinsip syariah, modern dan inklusif," kata Imam Syarifudin.

Imam Syarifudin juga mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan literasi perbankan syariah di wilayah Kalimantan.

Pihaknya mengajak seluruh stakeholders untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang perbankan syariah.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia di Kalimantan Timur Berjumlah 32 Unit, Ika Kusuma: Memudahkan Nasabah

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini literasi keuangan syariah di Indonesia masih rendah.

Tertinggal jauh di angka 8,93 persen dibandingkan indeks nasional, yakni 38,03 persen.

Indeks inklusi keuangan syariah juga masih 9,1 persen.

Jauh tertinggal dari indeks nasional yang sudah mencapai 76,19 persen.

"Melihat masih rendahnya tingkat literasi perbankan syariah, kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dan berkolaborasi dalam meningkatkan literasi perbankan syariah Tanah Air. Di Kalimantan, kami sudah melakukan (media workshop dan media visit). Kami berharap Bank Syariah Indonesia terus bisa memberikan manfaat bagi seluruh umat," ujar Imam Syarifudin.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Perbankan Syariah, BSI Lanjutkan Media Workshop di Kalimantan

Untuk saat ini, proses migrasi sudah mencapai 100 persen persen.

Posisi pembiayaan per 30 September 2021 Rp 10,49 T dan posisi DPK sebesar Rp 12,48 T.

Jika dibandingkan dengan posisi Desember 2020 (year to date) pembiayaan sudah tumbuh sebesar 9,96 persen atau Rp 950,7 miliar dan DPK tumbuh 16,34 persen atau Rp 1,75 triliun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved