Breaking News:

Virus Corona di Tarakan

Pemkot Tarakan Siap Ikuti Instruksi Kemenkes, Terapkan Tarif PCR Rp 300 Ribu

Kemenkes menurunkan harga swab test PCR dan menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan itu menyesuaikan tarif yang ditetapk

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Kemenkes menurunkan harga swab test PCR dan menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan itu menyesuaikan tarif yang ditetapkan.

Mengutip Tribunnews.com Selasa (26/10/2021) lalu, Presiden RI Joko Widodo memerintahkan kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR hingga Rp 300 ribu.

Sebelumnya, tarif tes PCR untuk wilayah Jawa dan Bali dikenakan harga tertinggi sebesar Rp 495 ribu, sedangkan di luar Jawa dan Bali memiliki harga tertinggi sebesar Rp 525 ribu.

Karena dinilai mahal dan banyak dikeluhkan pelaku perjalanan, Presiden Jokowi kembali menginstruksikan kabinetnya menurunkan harga PCR.

Perintah itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: UPDATE Tarif PCR Terbaru, Cek Syarat Naik Pesawat Lion Air dan Garuda ke Wilayah PPKM Level 1 - 4

Baca juga: CEK SYARAT Naik Pesawat Lion Air & Garuda ke Wilayah PPKM Level 1 - 4, Cek Update Tarif PCR Terbaru

Baca juga: Soal Tarif PCR Masih Tahap Koordinasi, Dinkes Bontang Belum Ikuti Instruksi Presiden Jokowi

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes meminta semua daerah wajib mengikuti instruksi tersebut. Termasuk rumah sakit-rumah sakit pemerintah yang menyediakan layanan swab PCR saat ini.

“Kalau sudah diturunkan maka kita cari mesin dan alat reagen baru pasti. Kan sama mekanisme pasar. Ini kan punya pemerintah gak mungkin jual mahal-mahal. Rumah sakit pemerintah BLUD itu nirlaba. Ada batas maksimal keuntungan yang harus diperoleh,” ujarnya.

Sehingga rumah sakit pemerintah memiliki harga yang ditetapkan. Ia melanjutkan, pada saat tarif swab test PCR masih di angka RP 900 ribu, Tarakan sudah melaksanakan. Saat itu, rumah sakit harus mencari harga reagen yang lebih murah karena reagen berkaitan dengan biaya produksi.

“Reagen murah, BHP pasti murah Begitu Pak Jokowi ngomong turunkan, ya kita turunkan harga. Ini kan kita beli reagen jadi tergantung mekanisme pasar,” bebernya.

Baca juga: Harga PCR Turun, Dinkes Samarinda Akan Buat Edaran ke Faskes untuk Harga Baru

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved