Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Bocah Perempuan di Kutim Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Lakukan Intimidasi

Seorang karyawan swasta berinisial MH (28 tahun), warga Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditangkap oleh petugas Kepolisian Reso

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Pers rilis pengungkapan kasus asusila anak di bawah umur di halaman Mako Polres Kutim. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Seorang karyawan swasta berinisial MH (28 tahun), warga Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditangkap oleh petugas Kepolisian Resor Kutim.

Penangkapan ini dilakukan lantaran MH tega melakukan tindak asusila terhadap bocah perempuan yang masih dibawah umur.

Kasus pencabulan ini diungkap oleh Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf dalam konferensi pers di halaman Mako Polres Kutim.

"Ibu korban yang melaporkan kejadian ini ke Polres Kutai Timur pada hari Minggu tanggal 24 Oktober 2021 sekitar jam 15.30 Wita," ujarnya, Senin (1/11/2021).

Tersangka diketahui telah melakukan perbuatan asusila tersebut sejak tahun 2020 sebanyak 6 kali kepada korban.

Baca juga: Bocah 12 Tahun Jadi Korban Pelecehan Pengurus Masjid di Samarinda Ulu

Baca juga: Asusila di Samarinda, Modus Pelaku Beri Uang Rp 20 Ribu ke Korban Berusia 12 Tahun  

Baca juga: Tawarkan Pengobatan Alternatif, Dukun di Samarinda Malah Lakukan Pelecehan terhadap Pasiennya

Atas laporan tersebut, petugas Polres Kutim melakukan penangkapan terhadap pelaku pada hari Kamis, 27 Oktober 2020 lalu.

"Unit Macan Polres Kutim mendapatkan laporan bahwa telah terjadi tindak pidana asusila, kemudian tim langsung melakukan penangkapan kepada pelaku," ujarnya.

Setelah mencari keberadaan pelaku, tim langsung mengamankan tersangka yang saat itu sedang bekerja di perusahaan otomotif yang beralamatkan di Sangatta Utara.

Terduga pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Mako Polres Kutim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Diketahui, modus operandi pelaku adalah melakukan intimidasi kepada korban dengan cara mengancam akan menganiaya korban apabila korban tidak melayani keinginan pelaku.

Baca juga: Kasus Pelecehan di Ponpes di Kabupaten Ogan Ilir, Oknum Pengurus Asrama Ditangkap

"Motif pelaku melakukan hal tersebut dikarenakan terpengaruh oleh minuman keras dan video dewasa yang sering pelaku tonton," ucapnya.

Barang bukti yang diamankan, yakni baju kaos singlet warna putih, celana jeans warna biru navy bertuliskan Billabong, dan celana dalam warna hitam.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved