Breaking News:

Virus Corona di Malinau

Pelaku Perjalanan Udara Bisa Pakai Tes Antigen, Kadinkes Malinau: Diagnosa Covid-19 Tetap Harus PCR

Hasil pemeriksaan antigen kini dapat digunakan sebagai syarat pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) pengguna jasa transportasi udara.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, dr. John Felix Rundupadang saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (3/11/2021). ┬áTRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Hasil pemeriksaan antigen kini dapat digunakan sebagai syarat pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) pengguna jasa transportasi udara.

Berdasarkan SE Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 RI 22/2021, Pelaku perjalanan kini dapat menggunakan hasil tes negatif antigen selain pemeriksaan RT-PCR.

Kepala Dinas Kesehatan,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Malinau, John Felix Rundupadang mengatakan hal tersebut diatur melalui SE Kasatgas terbaru.

Selain hasil pemeriksaan negatif RT-PCR, pelaku perjalanan juga dapat menggunakan tes antigen sebagai syarat pengguna jasa transportasi udara selama pandemi Covid-19.

"SE Kasatgas terbaru 22/2021 lebih untuk syarat pelaku perjalanan dalam negeri. Membuka peluang tidak harus PCR, bisa antigen. Tapi untuk diagnostik, tetap PCR," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Syarat Naik Pesawat Cukup Test Antigen, Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Meningkat

Baca juga: LENGKAP Aturan Terbaru Penumpang Pesawat, Tes PCR tak Lagi Wajib, Sudah Vaksin 2 Kali Cukup Antigen

Baca juga: SIMAK Aturan Terbaru Naik Pesawat, Tak Wajib Pakai PCR Penumpang Cukup Tes Antigen dan Kartu Vaksin

Hal tersebut juga diatur dalam Intruksi Mendagri 56/2021 tentang perubahan Inmendagri 54/2021 tentang Pemberlakuan PPKM level 3, 2 dan 1.

Pelaku perjalanan domestik selain Pulau Jawa dan Bali dapat melampirkan hasil tes antigen 1 x 24 jam atau RT PCR 3 x 24 jam untuk perjalanan moda transportasi udara.

John Felix Rundupadang menyebutkan, meskipun syarat tersebut menjadi pilihan bagi PPDN, namun untuk pemeriksaan diagnostik masih akan menggunakan tes RT-PCR.

"Karena pentingnya diagnosa Covid-19 yang hanya bisa dengan PCR, kami terus mengupayakan supaya Lab kita beroperasi," katanya.

Saat ini, Dinas Kesehatan P2KB Malinau sedang mengupayakan pengoperasian layanan Lab PCR RSUD Malinau. Setelah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan RI, alat pemeriksa RT-PCR di RSUD Malinau akan segera dioperasikan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved