Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Cara Membedakan Sistem Ekonomi Hijau dan Sirkular, Tujuannya Sama Fokusnya Berbeda

Kali ini Waste4change, akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara ekonomi hijau dan ekonomi sirkular

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HO
ILUSTRASI grafik pertumbuhan ekonomi. Kali ini, Waste4change, akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.  

TRIBUNKALTIM.CO - Kali ini Waste4change, akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. 

Pada dasarnya, kedua sistem ekonomi ini memang memiliki tujuan yang sama.

Yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memenuhi tujuan sosial dan lingkungan.

Sistem ekonomi hijau kini mulai banyak diterapkan oleh beberapa negara seperti Korea Selatan dan China.

Baca juga: Soal Harga Cabai Terbaru, Menko Perekonomian Ingatkan Saat Ini Musim Penghujan

Baca juga: Nunukan Jadi Target Pengembangan Border Tourism, Pemda Harapkan Ekonomi Masyarakat Tumbuh Pesat

Baca juga: Geliat Ekonomi Belum Maksimal, Bapenda Kaltara Beber Pendapatan Sektor Pajak Daerah

Ekonomi Hijau mulai diterapkan karena kesadaran orang-orang atas dampak sistem ekonomi yang eksploitatif.

Selain dinilai mampu menciptakan perekonomian yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan alam, sistem ekonomi ini merupakan solusi permasalahan pembangunan yang merusak.

Tak hanya sistem Ekonomi Hijau, ekonomi sirkular juga mulai marak digaungkan.

Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular.

Namun sebenarnya, konsep ekonomi hijau dan sirkular sama tujuannya.

Baca juga: Pemkab Kubar Konsisten Targetkan Pemulihan Ekonomi Kala Pandemi Covid-19

Tapi keduanya memiliki fokus yang berbeda dalam praktiknya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved