Berita Samarinda Terkini

Warga Binaan Kendalikan Peredaran Narkotika dalam Lapas, Kalapas Samarinda Geledah Semua Blok WBP

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur melakukan dua pengungkapan Narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Penghuni lapas mendengarkan pengarahan di Lapas jalan Jendral Sudirman Samarinda belum lama ini. Di Lapas Klas IIA Samarinda diterapkan terapi Community yang mengupayakan narapidana tetap memiliki masa depan dan cita-cita. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebelumnya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur melakukan dua pengungkapan Narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas.

Salah satu tersangka adalah RY, rupanya merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda.

Kepala Lapas Klas IIA Samarinda, M. Ilham Agung ketika dikonfirmasi media, Kamis (4/11/2021) membenarkan jika RY merupakan salah seorang WBP dengan kasus penyalahgunaan narkotika.

Ia menjelaskan, RY merupakan salah seorang dari WBP asal Lapas Narkotika Bontang yang dipindahkan ke Lapas Klas IIA Samarinda pada Setember 2021 lalu atas dugaan keterlibatan jaringan Narkoba dalam Lapas Bontang.

Kemudian, lanjutnya, usai dihubungi oleh pihak BNNP Kaltim bahwa ada pengungkapan tersebut, pihaknya langsung melakukan penggeledahan di semua blok WBP yang ada.

Baca juga: Peredaran Sabu Dikendalikan dari Dalam Lapas, Kondisi Over Kapasitas dan Minim Petugas Jadi Pemicu

Baca juga: Marak Pengendalian Sabu dari Dalam Lapas, BNNP Kaltim Sebut Minim Pegawai untuk Kontrol WBP

Baca juga: Simpan Sabu di Bawah Bantal, Warga Bontang Diciduk BNNP, Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas

"Jadi kami langsung geledah, kurang lebih satu jam kami temukan handphone sekaligus nomor kontak yang disinyalir berkaitan dengan pelaku (RY) yang diamankan oleh BNNP Kaltim pada 12 Oktober lalu," ucapnya kepada media saat ditemui di ruang kerjanya hari ini.

Ia menjelaskan, RY merupakan penghuni Blok Merak, yang kini sudah ditempatkan di sel pengasingan sembari menjalani proses hukum.

"Tersangka ketika kami tanya mengaku mendapat handphone dari warga binaan yang sudah bebas,

Padahal kami sudah sering razia handphone 3-4 kali seminggu. Tapi mereka (WBP) kini lebih pintar," ucapnya.

Padahal, jelasnya, pihak Lapas sudah menyediakan wartel gratis bagi para WBP mereka agar para tahanan tidak membawa telpon selular ke dalam sel.

Itupun, katanya, nomor yang akan dihubungi para tahanan harus tercatat di buku petugas agar sarana komunikasi yang disiapkan tidak disalahgunakan.

Kendati demikian, ia mengaku memang lapas mereka sudah kelebihan kapasitas dengan jumlah petugas yang begitu minim.

Baca juga: Lapas Klas IIA Balikpapan Kelebihan Kapasitas, Menkumham Yasonna Harap Renovasi Segera Selesai

Di mana, dari 13 blok, satu blok harusnya hanya dihuni 20 orang, kini dihuni 80-100 tahanan.

Tetapi, lanjutnya, kekurangan personel pengamanan bukanlah sebuah alasan untuk tidak bisa memenuhi peningkatan pengamanan dan penggeledahan dalam Lapas mereka.

Dan kejadian ini, dia mengatakan menjadi bahan evaluasi bagi mereka di Lapas di Jalan Sudirman untuk bisa lebih jeli dan intens saat melakukan penggeledahan dan razia.

"Intinya kami akan lebih teliti lagi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Juga pengungkapan kemarin memang berkat sinergitas yang baik antara kami (Lapas) dan BNNP Kaltim," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved