Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Dinas Ketapang Kukar Launching Program Best, Fasilitasi Pelaku Usaha Pangan Segar dari Tumbuhan

Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara atau Kukar melaunching aksi perubahan yakni Bermitra Etam Sejahtera dan Tangguh atau BEST

Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kabid Keamanan Pangan, Disketapang Kukar, Muhammad Syafi’i. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara atau Kukar melaunching aksi perubahan yakni Bermitra Etam Sejahtera dan Tangguh atau BEST.

Program tersebut dilakukan Kepala Bidang Keamanan Pangan, Disketapang Kukar Muhammad Syafii dalam melaksanakan tugas akhir Pelatihan Kepemimpinan Administrator wajib menyusun aksi perubahan atau inovasi.

Syafii mengatakan, alasan program tersebut dinamakan BEST, dimana kata BEST dalam bahasa Inggris artinya terbaik, sehingga filosofinya melakukan sesuatu yang terbaik dalam inovasi guna memfasilitasi para pelaku usaha pangan segar dari tumbuhan.

Bahkan ucap dia, pada Kamis (4/11/2021) lalu pihaknya telah melakukan fasilitas dan kesepakatan atau MoU  antara Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Sumber Purnama Desa Loh Sumber dengan pelaku usaha padi sawah Beringin Jaya, Kelurahan Bukit Biru.

“Kami harapkan dengan adanya MOU ini ada kerja sama hasil petani padi sawah bisa ditampung BUMDes Sumber Purnama. Kami harapkan kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak,” katanya.

Baca juga: BUMDes Kutai Kartanegara Beri Garansi ke Petani, Tidak Sekadar Beli Padi 

Baca juga: Empat Kabupaten di Kaltim Masuk Tiga Besar Lomba BUMDes

Baca juga: Kagum dengan BUMDes Berpenghasilan Rp 7,8 Miliar, Menteri Desa Gus Halim ke Desa Sungai Payang Kukar

Kerjasama tersebut ucap Syafii, agar petani tidak ada kesulitan dalam memasarkan hasil panennya. Dari sisi harganya pun mendapatkan keuntungan maupun Bumdesnya juga seperti itu. Pada akhirnya pendapatan para petani meningkat, karena itulah yang diinginkan dengan inovasi BEST ini.

Ia menjelaskan, ada dua manfaat yang didapatkan yakni eksternal dan internal. Untuk Internal dari kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menaikkan kinerja dalam mencapai target yang ditetapkan.

Sedangkan eksternal kata dia, dapat meningkatkan penambahan dan kesejahteraan petani melalui kerjasama pelaku usaha pangan wilayah Kukar.

Syafii menambahkan, pangan segar dari tumbuhan bukan hanya komoditas padi sawah tapi juga pisang, singkong, berbagai jenis sayuran maupun yang lainnya.

“Ke depan kami akan terus memfasilitasi pelaku-pelaku usaha pangan lainnya untuk terus bermitra kami kembangkan. Artinya tidak berhenti disini dan terus mendorong termasuk untuk bermitra dengan BUMDes. Saya yakin memerlukan pasokan padi yang cukup banyak,” jelasnya.

Baca juga: Bumdes di Penajam Paser Utara Bakal Dialihkan jadi Pangkalan LPG 3 Kg, Rencana Relokasi Kuota

Sementara itu, Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno mengapresiasi dan berterima kasih atas bentuk penghargaan dan kehormatan kepada pemerintah desa dan BUMDes Sumber Purnama.

Senada dengan Syafii, Sukirno juga berpendapat bagaimana kedepan petani bisa menjadi lebih baik. Saat ini banyak kendala yang dialami petani seperti kecilnya bantuan pupuk, tapi melalui kemitraan kedepan mudah-mudahan masalah yang ada dibisa teratasi.

“Dari komitmen yang kami sampaikan, melalui program BUMDes Sumber Purnama yakni Agrosolusi. Para petani yang kerjasama otomatis mulai proses olahan sampai pasca panen dan penjualan itu semua dibiaya BUMDes. Jadi tidak ada kekhawatiran lagi untuk petani,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved