Breaking News:

Jaga Pengendalian Kasus Covid-19, Airlangga: Perekonomian Tahun 2022 Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen

Evaluasi penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali dilakukan kembali pada minggu ini.

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (8/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Evaluasi penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali dilakukan kembali pada minggu ini.

Kondisi pandemi sudah sangat membaik jika dibandingkan dengan puncaknya pada Juli 2021 lalu.

Per 7 November 2021, jumlah kasus aktif sebesar 10.825 kasus atau 0,3 persen dari total keseluruhan kasus, dan ini jauh lebih baik daripada rata-rata global yang sebesar 7,4 persen.

Apabila dibandingkan dari kondisi puncak pada 24 Juli 2021, maka persentasenya sudah turun 98,11 persen.

Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 543 kasus, dengan tren penurunan per 7 November yaitu sebanyak 444 kasus, atau sudah turun 99,2 persen dari situasi puncak 15 Juli 2021.

Baca juga: Airlangga Hartarto Sebut Sektor Pelayaran dan Kepelabuhanan Harus Segera Beradaptasi

Secara nasional, persentase tingkat kesembuhan (recovery rate/RR) adalah 96,37 persen lebih baik dari global yang sebesar 90,52 persen, tingkat kematian (case fatality rate/CFR) adalah 3,38 persen, dengan penurunan total kasus aktif adalah -97,59 persen.

"Selama 2021 ini, tren penurunan kasus secara konsisten terjadi di Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali dengan tren penurunan di luar Jawa-Bali yang lebih tinggi dibandingkan Jawa-Bali. Proporsi kasus dari luar Jawa-Bali menurun sejak akhir Oktober 2021. Data proporsi luar Jawa-Bali terhadap total kasus nasional (per 7 November), kasus konfirmasi 25,2 persen (112 dari 444 kasus), dan kasus aktif 47,9 persen (5.736 dari 11.960 kasus)," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (8/11/2021).

Kondisi yang terus membaik ini juga diakui oleh WHO, di mana dalam Covid-19 Situation Report Nomor 79 (3 November 2021), disebutkan oleh WHO bahwa seluruh provinsi di Indonesia telah berada pada tingkat penularan masyarakat (community transmission/CT) level 1 atau tingkat penularan rendah.

Hal ini berarti seluruh provinsi sudah berada pada CT1, yang merupakan tingkat penularan/infeksi rendah pada periode 25 hingga 31 Oktober 2021.

Hasil laporan tersebut sejalan dengan angka tingkat reproduksi (Rt) virus Covid-19 yang masih terus terkendali, yakni berada di angka 0,95 per 5 November.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved