Minggu, 12 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Catatan RASI 2021, Ada Mamalia Pesut Bayi dan Dewasa Mati di Perairan Mahakam Kukar

Peneliti Pesut Mahakam dan Scientific Program Advisor di Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia

Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
HO/Danielle
Kondisi mamalia laut, Pesut yang matidi di kawasan perairan Mahakam Desa Kuyung, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (8/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Peneliti Pesut Mahakam dan Scientific Program Advisor di Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, mencatat.

Sekitar delapan kasus kematian mamalia pesut terjadi di perairan Mahakam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur

Sebanyak, delapan kasus kematian pesut di perairan Kukar tersebut terjadi disepanjang tahun 2021 ini.

"Ada sekitar delapan sepanjang tahun ini," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (9/11/2021). 

Baca juga: Misteri Paus Berbentuk Aneh Terbongkar, Mamalia Laut Hibrida Beluga dan Paus Mayat Monodon Monoceros

Baca juga: VIDEO – Baru Pertama Mamalia Laut Langka Berada di Sungai ini dan Berhasil Terekam Warga

Baca juga: Proyek Jembatan Pulau Balang, Menanti Komitmen Pembangunan Ramah Mamalia Laut

Dari delapan pesut yang mati itu kata Danielle, terdapat sekitar tiga ekor yang masih bayi dan lima ekor yang sudah dewasa. 

"Ada yang bayi dan yang dewasa," ujarnya.

Bahkan, baru-baru ini, tepatnya pada Senin pagi, 8 November 2021, warga kembali menemukan sesosok jasad pesut dewasa yang mati mengambang di perairan Mahakam Desa Kuyung, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara.

"Dan saat ini masih dititi di laboratorium untuk penyebab kematiannya," tutur Danielle.

Baca juga: Benarkah Lumba-lumba Terlihat Bahagia dalam Sirkus? Tidak, Ini Jawaban Ahli Mamalia Laut

Untuk Pesut yang mati tersebut, ukuran panjangnya sekitar 2,2 meter dan diperkirakan usianya di atas 30 tahun.

Karena kondisi giginya sudah hampir habis dan hanya tinggal gusi kerasnya saja.

"Tapi ini sedang kita lakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Kalau manusia kan autopsi, kalau hewan nekropsi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved